Rabu, 13 Agustus 2025

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu


Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu sendiri, bahkan hingga saat ini. Di era 2000-an lagu ini menjadi anthem bagi penikmat musik di banyak komunitas dan skena yang tersebar di Indonesia. Di era dimana pengeksklusifan genre musik masih terjadi, lagu ini mampu menembus batas-batas itu. Berdiri Teman mampu menghapus batas-batas imajiner antara penikmat musik dan menyatukannya di area moshpit. Namun saat itu, sayangnya Aido harus berpisah dengan Closehead.


Kini, 20 tahun kemudian, kami sepakat bahwa Berdiri Teman harus dirayakan. Proyek Berdiri Teman (20th Anniversary) ini bukan semata-mata hanya meromantisasi kejayaan di era 2000-an, tetapi juga diantarkan lengkap dengan semangatnya ke era sekarang. Berdiri Teman (20th Anniversary) menjadi momentum bersatunya kembali Aido sebagai produser dan kolaborator. Tidak ada pilihan tepat lainnya selain Aido untuk menjadi produser di produksi Berdiri Teman (20th Anniversary). Bukan semata-mata ia merupakan penulis lagu ini, tetapi kami yakin hanya Aido yang bisa menyampaikan semangat, emosi, dan pesan dari lagu ini ke era sekarang. Rasanya tidak cukup jika 20 tahun Berdiri Teman ini hanya dirayakan dengan sajian audio. Video musik yang disutradarai oleh Ravi Andika juga menjadi bagian dari perayaan ini. Video musik ini mengambil lokasi shooting di De Majestic. Tempat yang sama seperti saat pesta peluncuran split mini album Closehead bersama Disconnected yang berjudul Discopunkhead. Album yang menaungi lagu Berdiri Teman.


Setelah melewati linimasa yang panjang dan rumit, selain Ijan dan Lamlam, kini rumah mereka pula dihuni oleh Saprol, Tyo, dan Praz Teguh. Mereka menjadi napas dan tenaga baru untuk Closehead. Keterlibatan mereka di produksi Berdiri Teman (20th Anniversary) memberikan raut segar namun tetap di jiwa dan semangat yang sama. Berdiri Teman (20th Anniversary) menjadi medium untuk memperkenalkan mereka sebagai bagian dari keluarga Closehead.


Berdiri Teman (20th Anniversary), menjadi penanda lini masa Closehead dibawah payung 301 Entertainment. Awal yang hingar sebagai pembuka karya-karya di masa mendatang.

For Revenge & Stand Here Alone Kolaborasi di Nomor Penuh Enerjik Untuk Kau Yang Disana


Selalu ada yang baru dan kreatif di dunia musik Indonesia. Kali ini, karya tersebut dihadirkan oleh for Revenge bersama Stand Here Alone. Jika duet solois untuk menyanyikan sebuah lagu sudah sering dilakukan, apa salahnya menerapkan hal serupa, namun dengan cara yang sedikit berbeda? Dari situlah, lahir kolaborasi antara for Revenge yang bergenre rock alternatif dengan Stand Here Alone yang bergenre pop punk dalam single terbaru "Untuk Kau yang Di Sana (UKYDS)" . Menurut Boniex, vokalis for Revenge, lagu ini adalah tentang kerinduan seseorang terhadap sosok yang sudah lama hilang dari hidupnya. Namun, tidak hanya itu saja, jika ditelaah setiap liriknya, lagu ini lebih jauh bercerita tentang masalah mental seseorang yang merasa sendirian, depresi, dan keberadaannya tidak dianggap oleh sekitarnya.


Ide untuk menyatukan dua band ini lahir lewat pemikiran Boniex sendiri yang memang sudah berniat untuk mencobanya sejak lama. “Kami sering bertemu di atas panggung dan beberapa kali berkolaborasi di acara off air. Karena itu, aku tertarik untuk mencobanya dalam bentuk single. for Revenge cukup sering berkolaborasi dengan solois, sementara berduet dengan band lain adalah untuk pertama kalinya. Rasanya menjadi tantangan tersendiri dan sebuah pengalaman baru karena tidak hanya sekadar menyanyikannya, tapi single ini juga kami tulis bersama. Terlebih lagi, kolaborasi kali ini akan membawa pendengarnya bernostalgia ke era 2000-an saat band ini berawal,” Boniex menjelaskan.


Taufik Andryyansyah atau yang lebih dikenal dengan nama Mbenk, bassis dan vokalis Stand Here Alone, ikut menceritakan bagaimana mereka bisa bekerja sama dengan band yang juga berasal dari Bandung tersebut. “Ini berawal dari ajakan Boniex untuk bikin musik bareng. Dia mengirimkan satu demo mentah, yang hanya musik saja, dan mengajak untuk bersama-sama mengerjakan sesuatu yang berbeda. Kami langsung merasa klik dan akhirnya menyusun jadwal workshop buat menulis lirik, menyusun notasi, dan membangun chemistry dari dua dunia musik yang sebenarnya memiliki karakter berbeda, tapi ternyata bisa disatukan. Dari situ, kerja sama ini terasa semakin solid, apa lagi ketika Samuel ikut merampungkan aransemen musiknya. Saat rekaman pun terasa semakin istimewa karena kami pertama kalinya rekaman dengan pengarah vokal dan itu dilakukan langsung oleh Kamga. Benar-benar pengalaman yang sangat baru untuk Stand Here Alone".

Senada dengan Mbenk, Boniex menyebutkan bahwa ada kolaborasi penuh antara kedua band di single ini. “Pengerjaannya berjalan sangat dinamis, mulai dari workshop sampai rekaman. Tapi, yang membuat ini berkesan adalah semuanya terasa mengalir. Untuk tantangannya sendiri, lebih pada menyatukan dua karakter yang berbeda, terutama dari sisi notasi vokal dan penulisan lirik yang dilakukan olehku dan Mbenk. Kami harus bisa menyatukan dua karakter band ini, for Revenge yang emosional dan gloomy dengan Stand Here Alone yang catchy dan enerjik. Untunglah, proses pembuatan single ini berjalan dengan menyenangkan. Serius, tapi tetap santai. Kami memutuskan untuk saling terbuka dan tidak mengedepankan ego sehingga semua berjalan mulus sampai akhirnya UKYDS siap rilis".


Meski punya dua aliran yang berbeda, Mbenk merasa bahwa beberapa bagian di lagu ini memiliki energi khas Stand Here Alone. “Meskipun dominan dengan nuansa gelap dan lirik yang emosional khas for Revenge, namun spirit pop-punk dari Stand Here Alone tetap ada, seperti segi dinamika, tempo, dan karakter vokal. Di situlah serunya karena kita akan mendengar satu lagu dengan dua rasa. Hasilnya? Jujur, kami semua bangga".

Bagi Boniex, for Revenge dan Stand Here Alone berhasil menyuntikkan ciri khas mereka masing-masing ke dalam UKYDS. “Stand Here Alone membawa nuansa pop punk yang sangat kental di sini dan ini rasanya pertama kali for Revenge memiliki lagu pop punk. Selain nuansa nostalgia, saat kalian mendengar lagu ini, pasti akan muncul pertanyaan ‘Loh, ini lagu for Revenge?.


Boniex dan Mbenk pun setuju bahwa proyek ini bisa menunjukkan bahwa kolaborasi lintas band bukanlah hal yang mustahil, bahkan bisa menjadi sesuatu yang segar dan powerful. “Dua band yang punya ciri khas kuat ternyata bisa menyatu, tanpa saling menutupi identitas masing-masing. Ini bisa menjadi contoh untuk yang lain bahwa kolaborasi bukan tentang siapa yang dominan, tapi bagaimana caranya saling menguatkan. Semoga lagu ini juga bisa menjadi jembatan emosional bagi siapa pun yang sedang kehilangan atau yang pernah mengalami perasaan "tidak bisa menyampaikan sesuatu ke seseorang yang sudah tidak ada". Tidak hanya itu, kami ingin UKYDS bisa menjadi titik awal bagi karya-karya kolaboratif yang lebih berani ke depannya,” tutup Mbenk.  Single terbaru for Revenge dan Stand Here Alone, “Untuk Kau yang Di Sana (UKYDS)”, bisa didengarkan di platform musik digital mulai 15 Juli 2025. 

 

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...