Senin, 02 Juni 2025

Irsyad Agni Bedah Realita Politik di Single Terbarunya Raja Jawa


Setelah meraih pengakuan lewat nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2023 untuk kategori Karya Produksi Blues Terbaik lewat lagu “Rollin’”, Irsyad Agni kembali dengan single terbaru berjudul “Raja Jawa”, dirilis pada 21 Mei 2025 untuk memperingati Reformasi 1998. Lagu ini tidak hanya menjadi ekspresi kritik sosial yang tajam, tetapi juga sebagai tanda dimulainya rangkaian rilisan menuju album kedua Irsyad Agni yang akan diluncurkan pada akhir tahun ini.


“Raja Jawa” adalah sebuah manifesto musikal yang menyalurkan kemarahan, keresahan, dan suara rakyat dalam bentuk paduan alternative rock Indonesia, blues-funk, dan nuansa gamelan tradisional. Lebih dari sekadar lagu, “Raja Jawa” langsung menyodorkan lirik-lirik lantang dan penuh satire. Irsyad mengecam sistem yang korup dan absurd, dengan menyentil isu-isu seperti nepotisme, penanganan bencana yang lalai, dan proses legislasi yang semena-mena. Baris seperti “tukang cebok diberi jabatan” dan “Gedung MK milik keponakan” menyajikan realita politik yang getir dan provokatif.


Lagu ini juga diperkuat oleh monolog dari Pandji Pragiwaksono, sosok yang dikenal luas atas kritik sosial-politiknya. Monolog Pandji disajikan bukan sekadar sebagai pengisi interlude lagu, tetapi penegas bahwa lagu ini adalah bentuk perlawanan kolektif. Monolog tersebut memberikan momen reflektif yang kontras, di tengah amukan distorsi gitar dan dentuman drum yang penuh energi.


Secara musikal, “Raja Jawa” berdiri di persimpangan antara akar tradisi dan semangat progresif. Irsyad menyisipkan unsur gamelan dalam aransemen lagu, menciptakan kontras sonik yang khas, mengakar kuat pada budaya lokal namun tetap berbicara dalam bahasa global. Lagu ini ditulis pada malam ke-17 Ramadhan 2025 dan seluruh proses produksinya, dari penulisan, komposisi, rekaman, hingga mixing dan mastering ditangani langsung oleh Irsyad. Ini menegaskan komitmen totalnya terhadap visi artistik dan sosial yang ingin disampaikan. “Raja Jawa” bukan hanya karya musik, tapi pengingat dan seruan. Bahwa di tengah absurditas dan kebodohan sistemik, musik masih bisa menjadi alat perjuangan, penggerak kesadaran, dan pelindung nalar. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...