Sabtu, 02 Maret 2024

"PERGI SUDAH BERSAMA DIA", MENJADI GEBRAKAN TERBARU DARI MALA AGATHA

 

Hal menarik jika kita membahas trend musik saat ini, sudah beberapa dekade industri musik khususnya di indonesia diwarnai oleh para penyanyi yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah. Terbukti, mereka selalu mampu bersaing menempati trending di YouTube bahkan menjadi fyp di TikTok. Seakan tidak ada habisnya, para bakat penyanyi muda terus bermunculan di wilayah tersebut salah satunya Lian Samala atau lebih dikenal dengan nama panggungnya Mala Agatha penyanyi dangdut dan penulis lagu asal Blitar, Jawa Timur.

Mendapatkan support dari orangtua, Mala Agatha menekuni dunia tarik suara sejak ia duduk dibangku sekolah menengah pertama (SMP). Kemampuan Mala Agatha dalam bernyanyi, ia bisa menyanyi berbagai macam genre lagu, seperti dangdut, campursari, dan pop.

Saat ini Mala Agatha dikenal dengan julukan The Queen of Pargoy, yang disematkan oleh para fans kepadanya karena ia kerap aktif di aplikasi TikTok dengan membuat konten dance. Yang terbaru Mala Aghata berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Pemenang Langitku Artist Of The Year di acara Indonesia Music Awards 2023, serta Berhasil menjadi Penyanyi Dangdut yang sukses perform di Acara Debat Capres dan Cawapres ke-5 di JCC Senayan Jakarta yang ditayangkan live disemua station TV di Indonesia.

Sebuah lagu yang berjudul PERGI SUDAH BERSAMA DIA, ciptaan Syahrul, Sanditya Lagaga dan Sutrio Ali, bergenre Breakbeat namun lebih terdengar Elektro house. Lagu ini akan menjadi gebrakan terbarunya Mala Agatha di awal Tahun 2024. Lagu PERGI SUDAH BERSAMA DIA bercerita tentang seseorang yang cintanya hanya dijadikan mainan oleh pasangannya hingga dicampakan dan diduakan.

Musik elektro yang bertempo penuh dinamika dan transisi serta vokal Mala Agatha yang memiliki karakter kuat, dipadukan dengan penyanyi RAP menjadikan keseluruhan aransement lagu ini terdengar Cozzy saat didengarkan, dan tentunya lagu PERGI SUDAH BERSAMA DIA wajib menjadi salah satu playlist saat kumpul bareng bestie.

Meski Mala Agatha terkenal sebagai penyanyi dangdut, namun kali ini ia mencoba menaikan nilai plus dalam dirinya sebagai seorang penyanyi. Hal tersebut dapat didengar dari genre musik lagu terbarunya juga dalam konsep video klipnya yang mengambil konsep Dark K-POP, selain karena saat ini K-POP sedang di gandrungi juga sebagai konsep jati diri seorang Mala Agatha yang masih muda, cantik dan energik sebagai sosok penyanyi muda menjanjikan.

Di projek terbarunya ini, Mala Agatha mengaku sangat bersemangat karena secara individual genre seperti inilah yang disukai. Maka dari itu ia berrharap mendapat dukungan dari semua pihak, baik itu dari keluarga, teman – teman media dan pecinta musik di Indonesia. sehingga apa yang menjadi harapan dan cita – cita bisa terwujud. SALAM MUSIK INDONESIA.

SINGLE TERBARU DARI MUSISI VIRTUAL CRYSTAGELLA LEWAT SINGLE "HONEY GUM"

Crystagella, musisi virtual dari Jakarta, Indonesia, kembali dengan single terbarunya, "Honey Gum", sebuah eksplorasi yang menggoda akan manisnya hidup dan sensualitas. Setelah merilis album debutnya, "VIRTUAL AFTER ALL: naked", Crystagella terus mendorong batas-batas artistik dengan rilis mendatang album keduanya, "VIRTUAL AFTER ALL: dressed up". "Honey Gum" yang merupakan single kedua dari album tersebut, menawarkan pendengar sekilas tentang evolusi musik multi-dimensi Crystagella.

Berkolaborasi untuk pertama kalinya dengan penyanyi jazz dan gitaris terkemuka, Hezky Jo, Crystagella dengan mulus menggabungkan elemen-elemen elektronik dan jazz dalam "Honey Gum", menciptakan sebuah mahakarya sensoris yang melampaui genre. Single memikat ini mengundang pendengar dalam perjalanan eksplorasi sonik dan penemuan sensual. Di dalam "Honey Gum," Hezky Jo menampilkan keterampilan gitar luar biasanya, memasukkan gaya khasnya ke dalam trek tersebut. Selain itu, skat vokalnya, yang mengingatkan pada legenda George Benson, memperkaya lagu tersebut, menambah lapisan ekspresi dinamis yang lebih meningkatkan experience tersendiri bagi pendengar.

Pada intinya, "Honey Gum" adalah perayaan dari momen-momen sehari-hari yang membawa kegembiraan dan kepuasan. Melalui vokal yang memikat dan irama yang menular, Crystagella, yang dengan kerap dengan panggilan Krista, mengundang pendengar untuk larut dalam esensi kenikmatan hidup. Dari kegembiraan menari di bawah bintang-bintang hingga aroma bunga yang memabukkan, "Honey Gum" melukis gambaran hidup yang penuh dengan respon sensoris.

Metafora dari permen karet menjadi tema sentral dalam "Honey Gum", melambangkan kelenturan dan elastisitas pengalaman manusia. Sama seperti permen karet dapat direntangkan dan diubah dalam setiap kunyahan, begitu juga kehidupan dapat dibentuk oleh keinginan dan gairah kita. Melalui pelukan manis dan lengket "Honey Gum", Crystagella mendorong pendengar untuk menikmati eksistensi dan bersenang-senang.

"Honey Gum" menawarkan perjalanan sensual melalui suara, menggoda pendengar untuk menjelajahi kedalaman keinginan mereka dan memanjakan diri dalam kenikmatan panca indera. Dari irama yang berdenyut hingga melodi yang memabukkan, trek ini mengundang pendengar untuk tenggelam dalam ritmis dan menyerah pada kenikmatan.

Dalam perjalanan musik Crystagella, "Honey Gum" berdiri sebagai bukti visi artistik dan keahlian kreatifnya. Dengan lirik yang menggugah dan alat musik yang memukau, trek memikat ini akan meninggalkan kesan mendalam pada pendengar di seluruh dunia, mengundang mereka untuk merasakan keindahan dan sensualitas hidup melalui kekuatan musik.

Mengakui keterbatasan media sosial tradisional, Crystagella berusaha untuk terhubung lebih dalam dengan audiensnya. Hal ini melibatkan pembuatan merchandise buatan tangan, yang tidak hanya mencerminkan seni tetapi juga memperwakili elemen perjalanan kreatif. Eksplorasi terbuka dari proses penulisan lagu bertujuan untuk mengundang penggemar ke dalam ranah intim penciptaan artistik, memupuk hubungan yang jujur.

Selain inisiatif-inisiatif tersebut, Crystagella menggunakan Zine buatan sendiri sebagai alat promosi. Zine ini, yang dibuat secara pribadi oleh Krista, berisi wawasan tentang lagunya dan kisah-kisah kehidupan sehari-hari. Krista sendiri mendistribusikan Zine yang diperbanyak dengan fotokopi ini langsung di jalanan, lebih jauh terhubung dengan audiensnya secara personal.

Selain itu, strategi promosi ini meluas ke dalam kehidupan nyata melalui keterlibatan langsung, dengan tujuan membangun komunitas yang kuat dari individu yang aktif berkontribusi pada perjalanan artistik. Melalui pendekatan otentik ini, Crystagella berusaha menciptakan ruang di mana cinta akan musik dan rasa memiliki komunitas bersatu, melampaui lanskap virtual.

Sebagai bagian dari pendekatan promosi holistik ini, "Honey Gum", single terbaru dari Crystagella, berfungsi sebagai pintu gerbang ke album mendatangnya, "VIRTUAL AFTER ALL: dressed up". Dijadwalkan untuk dirilis pada 1 Maret 2024, "Honey Gum" menawarkan pratinjau menggoda dari perpaduan elektronik dan elemen jazz dalam album tersebut. Dengan melodi sensual dan irama yang memukau, "Honey Gum" mengundang pendengar untuk larut dalam alam semesta musik yang terus berkembang milik Crystagella. Melalui kombinasi kemitraan strategis, kampanye media sosial, dan pertunjukan langsung, Crystagella bertujuan untuk membangun antisipasi dan kegembiraan baik untuk single maupun rilis album, memastikan bahwa audiensnya tetap terlibat secara mendalam dengan perjalanan artistiknya.

Jumat, 01 Maret 2024

JENGKEL TERHADAP HATE COMMENT DI SOSIAL MEDIA, STAND ATLANTIC RILIS SINGLE "WARZONE"

 

Grup musik rock asal Australia, Stand Atlantic, siap melaju cepat di tahun 2024 dengan memberikan apa yang diinginkan para penggemarnya yaitu lagu-lagu baru. Kini persembahan terbaru mereka, "WARZ0NE", adalah sebuah lagu denga pukulan keras untuk masa-masa yang akan datang. Dengan trek yang enigmatik ini, Stand Atlantic membuahkan hasil untuk menciptakan sebuah lagu yang tidak terlupakan. Baru-baru ini, Stand Atlantic juga menjalani tur bersama Waterparks dan dengan pertunjukkan-pertunjukkan tersebut mereka berhasil memukau para penonton di kawasan Inggris dan juga Eropa. Kini mereka tengah menuju menjadi salah satu band alternatif teratas saat ini.

"Aku sering kali disarankan untuk tidak membalas hate comment yang ada di internet, jadi aku menulis lagu ini mengenai responku hal tersebut ini. Aku mungkin harus menemukan cara yang lebih baik untuk bisa menanggapi hal tersebut, tapi untuk siapapun yang pernah mengalami atau mendapatkan komentar negatif yang tidak konstruktif ataupun kondusif di dalam sebuah percakapan pastinya bisa memahami betapa capeknya hal tersebut apalagi jika dilontarkan pada kita secara langsung. Lagu ini adalah sebuah gambaran fantasi untuk diriku dan juga orang-orang yang mungkin kepikiran apa yang akan terjadi apabila para haters itu mengatakan komentar negatifnya secara tatap muka langsung, yang pada akhirnya tidak mungkin mereka lakukan karena mereka adalah pengecut." jelas Bonnie Fraser selaku vokalis Stand Atlantic mengenai lagu "WARZ0NE".

Stand Atlantic tidak peduli dengan ekspektasi atau narasi yang kalian harapkan untuk mereka. Band ini tidak ingin menceritakan sebuah kisah. Bahkan, mereka tidak ingin biografi tertulis ini ada. Stand Atlantic telah merilis album ketiga mereka 'f.e.a.r.' (f*ck everything and run) melalui Hopeless Records dan setelah mengumpulkan lebih dari 80 juta stream gabungan dari single-single mereka seperti “hair out", “deathwish” (ft. nothing, nowhere), “pity party” (ft. Royal & the Serpent), dan “switchblade”, mereka terus melanjutkan kesuksesan mereka dengan merilis album mereka. Dengan album ini, para penggemar dibagikan sebuah kolaborasi baru berjudul “dumb” yang juga menampilkan Tom The Mail Man. Band ini telah menuai berbagai pujian dari media internasional seperti AltPress, Rock Sound, Kerrang! dan masih banyak lagi, dan tak akan berhenti dari momentum mereka dalam waktu dekat.

Stand Atlantic adalah sebuah grup yang tidak peduli akan ekspektasi atau narasi yang orang-orang harapkan untuk mereka. Mereka tidak ingin menceritakan sebuah cerita. Bahkan mereka tidak ingin bio ini ada. Band ini merilis album ketiganya berjudul “f.e.a.r (fuck everything and run)” melalui Hopeless Records pada tahun 2022. Setelah album ini mendapatkan sekitar 80 juta stream di berbagai layanan streaming, berkat single-single populernya seperti “hair out”, “deathwish (ft. nothing, nowehere)”, dan “pity party (ft. Royal & the Serpent)”, band ini terus meraih kesuksesan yang luar biasa. Mereka juga mendapatkan banyak pujian dari berbagai media seperti AltPress, Rock Sound, Kerrang!, dan lainnya. Mereka tidak ada niatan untuk berhenti dalam waktu dekat ini.




KARMAPALA KABARKAN SINGLE TERBARU MEREKA BERJUDUL "BROKEN HEART PLAZA"

 

Karmaphala, grup musik asal Jakarta Pusat, telah merilis karya terbaru yang memukau, bertajuk "Broken Heart Plaza". Dirilis pada tanggal 10 Februari 2024, lagu ini menawarkan campuran yang menggetarkan antara lirik yang mendalam dan melodi yang menghipnotis, menandai langkah baru dalam eksplorasi emosi dari perspektif musik.

Dalam "Broken Heart Plaza", Karmaphala mengeksplorasi genre dreampop dan shoegaze yang menyentuh hati dengan kejujuran yang memikat. Lagu ini terinspirasi oleh kisah cinta sang vokalis yang pahit, yang memunculkan keraguan, kesedihan, dan kebencian. Dengan lirik yang menggugah seperti "Have you ever felt / About what I feel / Do you know I'm falling out of time / Is it what you want / Hurt me like you did / Leave me at this broken heart plaza", lagu ini menciptakan medan perasaan yang kompleks yang dihadapi oleh banyak individu dalam hubungan yang rumit.

Dalam menciptakan "Broken Heart Plaza", Karmaphala terinspirasi oleh karya band asal Australia, Vacations, khususnya lagu "Telephones". Namun, grup ini memberikan sentuhan yang unik dan personal dalam penciptaan karya mereka, membawa suasana yang penuh gairah dan autentik. Lagu ini juga menampilkan solo gitar yang mengagumkan dengan gaya terinspirasi blues ala John Mayer dan Stevie Ray Vaughn, serta solo saxophone yang memukau, mirip dengan gaya Chet Baker, menambah kedalaman dan kekayaan musik yang disajikan oleh Karmaphala.


KEKAGUMAN YANG PORAKPORANDA DI SINGLE TERBARU PATHFINDER FREAT SASHKILLA BERJUDUL "GENTING"

 

 

Setelah terakhir merilis EP Tengara pada 2022 lalu, Pathfinder kembali dengan merilis sebuah single berjudul “Genting” Jumat (23/02/2024). Harus merombak formasi setelah ditinggal sang bassist, Pathfinder siap mengerang kembali di telinga kalian dengan menambal sulam formasi dengan menggaet Galang sebagai bassist barunya. Kuartet rock asal Kota Sragen yang kini beranggotakan Qoirul (vokal) Adim (gitar) Rayhan (drum) dan Galang (bas) sudah bersiap merilis beberapa materinya tahun ini.

Lewat Genting, Pathfinder ingin bercerita tentang kisah pengagum rahasia yang meluapkan kekagumannya namun sayang gayung tak bersambut membuat sang pengagum meluluhlantakkan perasaannya yang telah ia bangun. Pathfinder mengajak Sashkilla seorang vokalis yang juga berasal dari Kota Sragen mengisi vokal wanita di lagu ini. Masih dominan dengan luapan distorsi gitar, sound bass yang berat dan dibalut lirik frasa yang tak lazim menjadi ciri khas pada tiap lagu Pathfinder.

Bermain di masa-masa, jalan hidupku bersamamu
Niskala darmalanta, dunia itu perekatan-nya”

Lirik menjadi satu titik berat setiap lagu Pathfinder tanpa mengesampingkan aransemen musiknya. Frasa tak lazim hampir akan ditemui di setiap lagu yang kesemuanya berlirik bahasa Indonesia. Makna langsung jarang tersirat dalam tiap lagu Pathfinder karena perlu menyelam lebih dalam untuk menemukanya. Dalam urusan komposisi lagu, Adim sang gitaris menjadi nahkoda utama menyusun tiap jengkal kerapatan di lagu ini. Genting direkam bersama produser Irvan Romadhoni dari Inwaves Studio dan mixing mastering diserahkan pada Dandhy Satria dari Catpaws Lab.

Setelah merasa cukup bersantai di tahun 2023, Pathfinder kembali menata benang merah dalam bermusik tahun ini. Rencananya Pathfinder tahun ini akan merilis beberapa materi lagu, merchandise dan mengadakan tur pertama mereka. Genting sudah bisa kalian dengarkan di seluruh platform musik digital.



AZIZ HEDRA AKAN SEGERA MERILIS EP "LESSON"


Penyanyi solo pria sekaligus penulis lagu asal Indonesia bernama lengkap Abdul Aziz Hendra yang mengawali karier sebagai penyanyi cover di media sosial kini telah terjun di industri musik Indonesia lewat beberapa single yang telah dirilis. Single ‘Somebody’s Pleasure’ menjadi single debut Aziz di bawah naungan Sony Music Entertainment Indonesia. Aziz kemudian merilis 2 single lainnya yaitu ‘no more you and i’ dan ‘Issa Goodbye’.

Tidak butuh waktu lama bagi Aziz untuk meraih prestasi yang membanggakan. Selain single ‘Somebody’s Pleasure’ yang berhasil masuk ke tanggal lagu Viral 50 di 13 negara dan Global dan menerima sertifikasi double platinum stream di Spotify Indonesia juga Malaysia. Lagu debut itu jugalah yang membuat Aziz memenangkan penghargaan sebagai Artis Solo Soul/R&B Terbaik dari Anugerah Musik Indonesia pada tahun 2023 yang lalu.

Musisi Pertama Pria Indonesia Muncul di Times Square : Tidak berhenti sampai disitu saja, prestasi membanggakan Aziz Hendra juga menjangkau hingga ke Amerika dan Barcelona. Beberapa waktu yang lalu, Aziz sempat di feature sebagai Artists Radar Spotify Discover ( New Artists On The Horizon ) yang ditampilkan di Times Square. Selain itu, Special Spotify Single ‘Itu Aku’ miliknya juga turut ditampilkan di Amerika dan Barcelona.



Dengan segudang prestasi tersebut, rasanya tidak salah jika menyebut Aziz Hendra sebagai musisi on the rise. Kini, dirinya sedang bersiap untuk merilis EP terbarunya Berjudul “Lesson” yang nantinya akan ada 5 track di EP tersebut.


ERA BARU MUDHOFAR DALAM SINGLE "PERAN UTAMA"

 

Tepat di hari ulang tahunnya, Mudhofar merayakannya dengan merilis single PERAN UTAMA. Lagu ini merupakan lagu pembuka untuk era barunya, yang kini tampil dengan kesan bad boy, dengan sentuhan instrumen yang belum pernah ia coba sebelumnya. PERAN UTAMA akan menjadi single pembuka untuk project album yang masih dirahasiakan tanggal rilisannya.

PERAN UTAMA merupakan sebuah lagu yang menceritakan tentang seseorang yang dengan sengaja mencuri hati tanpa niatan untuk memiliki. Mudhofar menciptakan karakter baru yang lebih nakal, dan sangat “Redflag”. Lagu ini merupakan kisah pribadi Mudhofar yang saat ini ingin tampil apa adanya, tanpa menjual kisah sedihnya.

“Terlalu sering menceritakan kisah gue yang disakitin. sekarang udah waktunya menceritakan sisi sebaliknya. stop menormalisasi budaya playing victim, ngerasa paling sedih haha.”, jelas Mudhofar".

Dengan nuansa musik Pop/Rock, solois 24 tahun ini berharap dapat memuaskan para pendengar musik dari berbagai kalangan serta dapat memberikan kontribusi positif terhadap industri musik tanah air.

Mudhofar sebelumnya tidak menyangka akan menjatuhkan pilihan hidupnya di musik. Sebelumnya, ia hanya hobi menulis puisi, sajak, dan semacamnya. Memulai debutnya di single “Hilang Diri” (2020), Mudhofar kecanduan di musik dengan merilis 5 single, dan 2 EP. Singer-songwriter kelahiran tahun 2000 ini, telah menjadi musisi independen sampai saat ini dengan total 12 lagu di DSP.

Diskografi

  1. Hilang Diri
  1. Bertukar Peran
  1. Empati
  1. Andien
  1. Ruaya
  1. EP: Trilogi Elegi
  1. Sebelah Mata
  1. EP: Playground
  1. Untuk Kekasih Barumu (ft. Dentz.)


Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...