Jumat, 03 Mei 2024

SAMBUT MAYDAY, HELMPROYEK RILIS SINGLE BARU "RAS MESIN"

Mengawali kuartal kedua tahun 2024, HELMPROYEK, band yang menahbiskan diri sebagai rock n roll band, pop band, dan industrial groove machine, merilis single baru bertajuk “RAS MESIN”. Single baru ini akan dirilis pada tanggal 1 Mei 2024 yang bertepatan dengan Hari Buruh Sedunia atau yang lebih karib dikenal sebagai May Day.

Pemilihan tanggal rilis yang berbarengan dengan May Day ini bukannya tanpa alasan. Hal ini dilakukan karena lagu “RAS MESIN” yang bernuansa industrial rock ini adalah lagu yang bercerita tentang kehidupan nahas kelas pekerja, yang seluruh daya hidupnya disedot oleh perusahaan-perusahaan dan ideologi paling digdaya bernama kapitalisme.

“(RAS MESIN adalah) Mars untuk kelas pekerja yang terkekang dan dikendalikan,” jelas HELMPROYEK.

“(RAS MESIN adalah) sebuah lagu yang dilatarbelakangi pertanyaan “What the hell am I doing here?” terhadap rutinitas yang terus berulang. Everyday is exactly the same. Mungkin kamu berpikir, semua ini adalah untuk mengumpulkan sedikit keberuntungan untuk mencapai mimpi-mimpimu, memberikan yang terbaik bagi hidupmu dengan mempertaruhkan fisikmu, waktumu, dan keluargamu. Namun setelah mengorbankan semua itu, mimpi itu tak kunjung tercapai, bahkan semakin menjauh. Kamu hanyalah sepotong gir dalam putaran mesin penentu esok hari. Kamu akan tetap bisa terus hidup Namun ….dikendalikan,” imbuh HELMPROYEK

Peradaban modern berbasis kapitalisme dibangun dengan fondasi pengisapan tenaga para kelas pekerja, ini semua dalam rangka mengumpulkan surplus atau nilai lebih yang berubah menjadi akumulasi keuntungan yang hanya dinikmati para pemodal. Di dalam kacamata Karl Marx, terjadi yang namanya “alienasi” dalam sistem kapitalisme ini. Para pekerja hanya menjadi semacam robot yang harus melakukan rutinitas yang sama saban hari, sampai mereka terasing dari dunia sekitarnya, terasing dari kemampuan dirinya yang sebenar-benarnya, dan terasing dari produk yang ia ciptakan di assembly line pabrik-pabrik.

HELMPROYEK sangat sadar dengan hal ini. Maka, mereka meluapkan amarahnya terkait alienasi ini ke dalam sebuah single yang menghentak selama 5 menit, dengan raungan lirik seperti “Akulah ras ras mesin / Bekerja dan dikendalikan / Akulah ras ras mesin / Terus hidup dan dikendalikan.

Alienasi dalam kapitalisme memang bikin banyak manusia modern nestapa. Terpenjara, didera kesepian abadi, dan tidak bisa melakukan apapun untuk mengubah keadaan ini. Sebagaimana HELMPROYEK utarakan dalam bait “Aku adalah jiwa yang terkekang / Aku adalah jiwa yang meradang.”

Lagu ini sudah dapat didengarkan pada saat May Day di tanggal 1 Mei 2024. “RAS MESIN” dapat didengarkan di berbagai platform musik digital seperti SpotifyApple Music, dan YouTube Music. Video lirik single ini bisa ditonton di Youtube.

HELMPROYEK (dengan penulisan tersambung “Helmproyek” atau “HELMPROYEK”) adalah satu kolektif musik asal Bandung yang memulai ekspedisi musiknya dengan sound abrasif, distorsi menderu, dan dentuman dingin drum machine sejak tahun 1996. Setelah malang-melintang dengan beberapa kali pergantian personel, petualangan masa ini berakhir pada tahun 2003 saat dewa kematian menjemput sang vokalis lewat penyakit paru-paru.

Melaju ke tahun 2012, Adhit Android (bass) membangkitkan kembali kolektif ini dengan membawa Vira (gitar), Indra (programming) dan Thomi (vokal, gitar) dengan dibantu oleh Tengku Irfansyah (synth) dan Harry ‘Koi’ Pangabdian (drum).

Setelah merilis beberapa single dalam berbagai album kompilasi, formasi ini akhirnya menelurkan mini album yang berjudul Premature EP di tahun 2017 di bawah naungan +KROW+ Music (kaset) dan Orange Cliff Records (digital). Pada tahun 2020, dalam kurungan pandemi COVID-19 mereka merilis single digital “Insulin”, masih melalui Orange Cliff Records. Di tahun 2024 ini, HELMPROYEK sedang menempa materi-materi mutakhir untuk album kedua, dengan meluncurkan single “RAS MESIN” pada tanggal 1 Mei 2024 sebagai introduksi.

Rabu, 01 Mei 2024

“BISA TERBIASA” LAGU BARU ADI PERKASA. CERITAKAN AFIRMASI POSITIF DALAM DIALOG DENGAN DIRI SENDIRI

Solois asal Lampung Adi Perkasa, meluncurkan single terbarunya “Bisa Terbiasa” yang turut mengenalkan sebuah hal yang masih awam dilakukan: berdialog dengan diri sendiri. Salah satunya dengan memberikan afirmasi positif untuk menguatkan diri dan memperbaiki patahnya jiwa akibat kegagalan sebuah hubungan. Seperti yang dilantunkan dalam lirik “ku harus bisa terbiasa tanpamu, ku bisa terbiasa tanpa kamu. Kurelakan semua yang terjadi, tidak lagi ‘kan aku sesali. Kulangkahkan kedua kaki, ke depan ku coba jalani".

Melodi lagu "Bisa Terbiasa" diperkaya dengan orkestrasi sederhana nan elegan, bercampur irama bossanova, serta R&B, yang berkisar dalam ranah musik pop. Diproduksi oleh pendatang baru, Pius Ave Rafael Silalahi, seorang dokter umum yang memiliki minat besar terhadap produksi musik.

Selain musik, vokal di dalam lagu digubah dengan apik dalam arahan aransemen vokal dan penyanyi latar Kamga Mo, yang juga salah satu penulis lagu dalam peraih Album Pop Terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2023, Fabula - Mahalini. Pengalaman mendengarkan “Bisa Terbiasa”, disempurnakan dengan sentuhan ajaib Dimas Pradipta dari SumIt! Studio selaku Tim Produksi Musik yang memenangkan beragam piala AMI dalam beberapa tahun terakhir, lengkap dengan penyuntingan vokal oleh Kevin Queency.

Dengan liriknya yang menggelorakan semangat dan irama yang mengajak berdansa, Adi Perkasa berharap "Bisa Terbiasa" jadi titik bangkit para pendengar yang sedang dilanda kepedihan akibat kegagalan hubungan, “setelah mini album KULASENTANA yang diproduseri Andi Armand - Fourtwnty, Bisa Terbiasa menandakan era baru saya dalam bercerita: agar duka akibat cinta yang tak berbalas dapat ditenangkan dengan kekuatan afirmasi positif dalam dialog dengan diri sendiri".



DAVISUMBING RILIS SINGLE TERBARU BERJUDUL "LAMPU KOTA"

Muhammad Kadavi atau biasa dikenal dengan Davisiumbing lahir di Pangkalanbun pada 16 Juni 2000. Mengawali karirnya dalam dunia hiburan Indonesia, Davisiumbing dikenal sebagai Stand Up Comedy pada tahun 2014 dan menjadi finalis 1 besar di kompetisi SUCI XI tahun 2020. Tidak hanya itu, Davisiumbing juga aktif berkarir di dunia musik sebagai seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu dengan genre Pop/Folk.

Lampu Kota sendiri merupakan Single ke-3 dari Davisiumbing yang dirilis tanggal 24 April 2024. Masih dengan membawakan tema yang sama, Davisiumbing pun sadar betul bahwa ternyata karya seni itu bisa mengubah seseorang sembari menceritakan pengalamannya : "Ketika lagu kedua saya tentang Ayah meledak, Ayah saya berubah 360 derajat. Yang awalnya dari SMP kami dingin dan saling diam, ketika lagu kedua saya meledak, Ayah saya berubah jadi lebih hangat pada keluarga. Suatu hari saya tanya ke Ayah saya: 'Pah, apa sih yang paling dirindukan dari kami (anakanak)?'. Lalu Ayah saya menjawab : 'Papa rindu waktu kita main silat-silatan, jalan ke taman kota, dan masih banyak lagi.'. Dari situlah saya mendapat inspirasi untuk menulis Lampu Kota ini (dari sudut pandang Ayah).

Dalam lagu Lampu Kota ini ada bagian lirik yang paling berkesan bagi Davisiumbing yaitu : “Rasanya seperti baru kemarin, kita berdua dapat berbicara, bercerita tentang mimpi kita, kau dan aku melawan dunia”, seolah Davisiumbing ingin memberikan pesan khusus bahwa mau selelah-lelahnya apapun nanti kalian para Ayah, jangan sia-siakan waktu bermain dengan anakmu.

Davisiumbing pun berharap bahwa melalui lagu ini bisa seperti lagu-lagunya yang sebelumnya, bisa membawakan dampak positif bagi pendengarnya dan ia berharap dapat membuat album dalam waktu dekat.

SINGLE "SIRNA", AKAN MENJADI SINGLE KEDUA SENIMAN MUDA ASAL MEDAN BERNARD SAUD

Single bertajuk Sirna akan menjadi Single Kedua seniman muda yang berdarah Medan Bernard Saud. Single “Sirna” mengambil tema tentang sebuah cinta yang tulus namun dibalas dengan harapan palsu, dan akhirnya perasaan itu hanya sebuah ilusi belaka. Kali ini Bernard Saud berkolaborasi dengan Afif Gifano salah satu musisi yang sudah cukup lama malang melintang di industri music dan menelurkan karya-karya salah satunya bersama Adera Ega. Ini juga merupakan single pertama dari Bernard Saud setelah bekerja sama dengan Liberty Entertainment.

Single ini sudah bisa dinikmati oleh para penikmat music Indonesia di tanggal 19 April 2024, harapannya lagu ini bisa menjadi soundtrack bagi para penikmat lagu galau yang mudah-mudahan bisa relate dengan lagu ini nantinya.



RASAKAN NUANSA RUMAH DENGAN LAGU TERBARU LIGHTCRAFT BERJUDUL “COMING HOME” BERSAMA MUSISI FILIPINA, CHELSEA DAWN DAN COLOURA

Rumah adalah tempat meletakkan hati kita. Namun, tidak sesederhana itu bagi band pop kontemporer asal Jakarta, lightcraft.

Didirikan di Malaysia pada 2008 silam pada saat menimba ilmu di kampus yang sama, lightcraft selalu merasakan perpindahan dimanapun mereka berada. Berjalan pertama kali sebagai band asing di Tanah Jiran, mereka berhasil bertahan sampai pada titik mereka mencapai kesuksesan sederhana walaupun sedang berada di negara yang jauh dari kampung halaman.

Ketika kembali ke Jakarta pada 2013, mereka menemui keadaan sulit yang sama dimana mereka merasa tak dikenal di kampung halaman. Walaupun begitu, mereka tetap rendah hati dan semangat. Sebelas tahun kemudian mereka pun masih berada di posisi yang sama, meskipun hanya di ‘pinggiran’ saja. Komitmen mereka ini tidak menunjukkan tanda-tanda berkurang; namun seiring dengan semakin matangnya band dan suara mereka, lightcraft berevolusi dari satu rilisan ke rilisan lainnya.

Namun, apakah mereka merasa berada di rumah sekarang?

Ini terasa aneh. Kami sudah di sini sejak lama namun tidak pernah mendapatkan ‘pijakan’ di manapun. Kami masih merasa orang luar,” cerita vokalis dan sang penulis lagu, Imam.

Sebagai seseorang yang sudah terlanjur bergelut dengan rasa cemas dan kurang percaya diri, Imam juga merasakan hal serupa dalam kesehariannya. Setelah lebih dari satu dekade tinggal di Malaysia, hal ini terbukti merupakan sebuah tantangan besar hingga kemudian sebuah kesadaran tiba-tiba menimpanya selama pandemi.

“Berada di rumah dengan yang tersayang dan tidak bisa kemana-mana membuatku sadar bahwa rumah itu sesederhana dimanapun kalian merasa nyaman. Ini bukan tentang dimana atau bagaimana tempatnya, tapi tentang apa yang kalian rasakan dan apa yang memberi kalian tujuan untuk hidup,” ungkapnya.

Setelah menyadari hal itu, ia pun mengambil gitar dan hadir dengan landasan untuk “Coming Home”, single terbaru lightcraft, yang akan menjadi bagian dari edisi deluxe mendatang dari album 2022 mereka “Hope + Love”, berjudul “Hope + Love (Reanimated Edition)”, untuk akan dirilis pada akhir Mei 2024.

Berkolaborasi dengan dua artis terpanas dari wilayah Visayas dan Mindanao di Filipina di bawah label rekaman independen Melt Records yang berbasis di Kota Cebu – penyanyi/penulis lagu Chelsea Dawn dan kuartet pop-rock Coloura – lightcraft telah menciptakan soundtrack yang sempurna untuk berkendara keliling kota atau berjalan-jalan di lingkungan sekitar dalam “Coming Home”.

Kolaborasi antara lightcraft dengan Chelsea Dawn dan Coloura datang setelah pertemuan kebetulan di Singapura antara Imam, sang vokalis, dan Dexter Sy, salah satu pendiri Melt Records.

“Aku pertama kali berkenalan dengan Imam dan lightcraft pada acara ASEAN Music Showcase Festival 2022. Ketika ia mendatangiku dengan sebuah potensi kolaborasi pada tur lightcraft di Filipina, ide untuk kolaborasi musikal antara mereka dan jajaran artis pop-rock kami sangatlah mudah, saya berkomitmen untuk mewujudkannya”, kata Dexter.

Berasal dari Kota Dumaguete di Filipina, Chelsea Dawn memberikan pelapis yang sempurna untuk Imam. Vokal mereka terjalin dari satu bagian lagu ke bagian lainnya, dan nada merdunya membawa lagu tersebut ke level yang lebih tinggi.

“Pengalaman kolaborasi secara keseluruhan sangat menarik. Meski berjauhan, kami dengan cepat menyempurnakan apa yang kami inginkan untuk lagu tersebut. Saya jatuh cinta dengan melodinya sejak awal. Ini sangat acak sehingga saya telah mendengarkan referensi mereka jauh sebelum mereka memberi tahu saya!” cerita Chelsea yang terakhir kali merilis single berjudul “Butterfly” pada Oktober 2023.

Vookalis Coloura, Jake Relacion, memimpin produksi “Coming Home”, memberikan sentuhan Midas-nya pada lagu tersebut dan mengubahnya menjadi emas. Ia menambahkan sentuhan synth atmosfer dan memasukkan irama berirama ke dalam persamaan.

“Lagu ini mengarah ke genre synthwave tahun 80-an, yang cocok untukku karena itu adalah salah satu pengaruh utamaku ketika pertama kali mulai menulis lagu dan memproduksi musik. Rasanya seperti ‘pulang ke rumah’!” tawa Jake, dimana bandnya Coloura meluncurkan EP kedua mereka, “Love and Influences,” pada akhir tahun 2023.

“Saya menyukai prosesnya, dan lightcraft adalah orang-orang luar biasa yang sangat jelas tentang apa yang mereka inginkan, namun memberi kami kebebasan untuk mengekspresikan diri sepanjang lagu,” tambahnya.

Karya seni yang penuh warna dan hidup untuk “Coming Home” diciptakan melalui kolaborasi antara band dan ilustrator serta desainer pola permukaan Indonesia, Kartika Paramita. Dia menangis setelah mendengarkan lagu itu untuk pertama kalinya. “Hal ini sangat berkesan bagi saya ketika saya pindah ke rumah baru,” ungkapnya. Kartika juga akan menjadi ilustrasi sampul “Hope + Love (Reanimated Edition)”.

Perilisan “Coming Home” akan disertai dengan video lirik yang menampilkan cuplikan lightcraft, Chelsea Dawn, dan Jake Relacion dari Coloura di kampung halaman masing-masing. Diambil secara terpisah di tiga kota, seluruh klip diedit oleh kolaborator lama Reksa Fajar.

Diselesaikan oleh produser Filipina yang berbasis di Kota Cebu, Miguel Lim, “Coming Home” adalah lagu pop atmosfer dengan proporsi epik dengan sentuhan nostalgia melankolis. Soundtrack yang sempurna untuk berkendara keliling kota atau berjalan-jalan di lingkungan sekitar, “Coming Home” akan menemani tangan Anda saat Anda menemukan jalan pulang, di mana pun berada.

Dirilis oleh Melt Records di Filipina dan Wander Digital di seluruh dunia, “Coming Home (feat Chelsea Dawn & Coloura)” tersedia di semua platform streaming digital mulai 25 April 2024, termasuk Spotify, Apple Music, dan banyak lagi.

Video lirik “Coming Home (feat Chelsea Dawn & Coloura)” akan ditayangkan perdana di saluran YouTube resmi lightcraft pada hari peluncurannya. Tonton dari link tidak terdaftar berikut: https://youtu.be/4p3CAoPQqYY

"TERIMAKASIH KAWAN", DARI SINGING HEART MENGGUGAH RASA NOSTALGIA DAN PERSAHABATAN YANG MENDALAM

Terima Kasih Kawan, merangkum esensi nostalgis yang menyentuh, persahabatan, dan berlalunya waktu. Lagu ini indah dalam menceritakan kisah-kisah persaudaraan dan kebersamaan dari masa lalu, membangkitkan rasa rindu yang mendalam untuk saat-saat yang telah berlalu. Seiring waktu berlalu, anggota band Singing Heart tak terhindarkan menjauh satu sama lain, masing-masing memilih jalur yang berbeda dan memulai babak baru dalam hidup mereka. Kepergian ini menandai akhir dari pengalaman bersama dan menandakan kehilangan tak terhindarkan dari momen-momen berharga. Lagu tersebut dengan menyentuh mengingatkan pendengar bahwa momen-momen seperti itu cepat berlalu dan tidak bisa direkayasa kembali, hanya ada sebagai kenangan getir.

Melalui lirik yang tulus dan komposisi melodi, “Singing Heart - Terima Kasih Kawan” berfungsi sebagai pujian yang menyentuh kepada ikatan persahabatan yang dihargai dan tak terhindarkan dari perubahan. Lagu ini berbicara kepada pengalaman universal mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan band saat mereka mengejar takdir individual mereka. Lagu ini menangkap inti dari tawa bersama, air mata, dan petualangan musik, mengabadikannya dalam kain kenangan. Ketika pendengar merenungkan narasi yang menyentuh yang disusun oleh lagu, mereka diingatkan akan sifat sementara kehidupan dan nilai abadi dari persahabatan yang dihargai. “Singing Heart - Terima Kasih Kawan” berdiri sebagai bukti atas kekuatan musik untuk membangkitkan emosi yang mendalam dan beresonansi dengan pengalaman manusia.

SINGING HEART dibentuk pada tanggal 14 Januari 2010 di Depok. Dimulai dengan Bob yang merencanakan untuk membuat band yang mengusung genre Melodis, dan dia mengundang Tegar untuk mengisi posisi sebagai drummer, Ugi sebagai vokalis, dan Adit sebagai bassis.

Pada dasarnya, hobi kami adalah bermain musik dan juga untuk menghilangkan kebosanan dari rutinitas kami sebagai mahasiswa pada saat itu. Kami setuju untuk membentuk band yang kami beri nama ‘SINGING HEART’. Arti dari nama Singing Heart sendiri adalah 'Menyanyi dari Hati', yang menandakan bahwa musik yang kami mainkan benar-benar berasal dari hati.

UNIT POP ROCK MAGNESENCE RILIS SINGLE BARU BERJUDUL "MY THOUGHT GO WILD"

Grup band asal Jakarta, Magnesence kembali menyapa para pendengarnya dengan melepas karya baru berupa single yang diberi tajuk "My Thoughts Go Wild". Datang dari genre pop rock, lagu ini mengangkat tema tentang percintaan.

Lewat keterangan tertulisnya, para personel Magnesence yang terdiri dari Fadhli (vokal), Riomanadona (bas), Cahyo (gitar elektrik), Reno (gitar akustik), Irhas (drum) mengatakan bahwa dalam liriknya, lagu ini berkisah tentang pria yang sedang menemui kekasihnya di suatu sore.

"Sang pria yakin telah menemukan orang yang tepat, lalu ingin mengajak kekasihnya lebih serius, tapi, pria ini mulai berpikir macam-macam: apa kekasihnya juga merasakan hal yang sama? Apakah ajakan seriusnya akan ditolak? Momen ini yang ingin diceritakan," tutur Rio.

Lagu ini, lanjut Fadhli, terbagi dalam dua babak. Babak pertama adalah tentang perjalanan sang pria menemui kekasihnya. Babak ini memiliki mood yang lebih syahdu dan rileks sebagai gambaran suasana sore hari.

"Sementara babak kedua adalah tentang pikiran sang pria yang berkecamuk saat ingin mengutarakan keseriusannya," tutur Fadhli.

"Pikiran sang pria yang menggila digambarkan sebagai interlude yang riuh dan keras, dengan raungan gitar elektrik yang menggambarkan emosi naik turun. Tensi yang mereda di akhir interlude mengantarkan pendengar ke verse yang lebih bersemangat, menggambarkan semangat sang pria untuk berkomitmen," kata dia.

Dari sisi musikal, single "My Thoughts Go Wild" bermain di ranah yang lebih pop dibanding karya-karya Magnesence sebelumnya. Namun begitu, lagu ini tidak menghilangkan balutan suara gitar akustik yang dominan dalam mix sebagai ciri khas mereka.

Meski dibalut musik yang easy-listening, Magnesence mengeksplorasi dinamika lewat perubahan sound dan cara bermain lewat dua babak lagu. Hal ini dipilih untuk menggambarkan perjalanan sang pria saat bertemu kekasihnya.

Single "My Thoughts Go Wild" milik Magnesence sudah bisa didengarkan di berbagai platform pemutar musik digital mulai Jumat, 26 April 2024.

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...