Minggu, 02 Juni 2024

"MAESTRO IN THE MAKING" : DIAM DIAM IKUTI JEJAK SANG AYAH, ARSY WIDIANTO RAJIN BIKIN HITS

Arsy Widianto memang dikenal sebagai penyanyi dan belum lama ini putra Yovie Widianto ini telah merilis album perdananya yang berjudul “Puisi”. Namun ternyata, bukan hanya punya suara merdu, Arsy juga dikaruniai bakat menulis musik dan lagu berkat DNA seni yang diwariskan sang ayah kepadanya. “Saya terkesan dengan hasil kerja Arsy karena dia selalu mampu menerjemahkan kedalaman dari sebuah lagu,” ujar Yovie memuji kemampuan putranya tersebut. Dia mengakui bahwa Arsy punya ketajaman insting dan intuisi dalam menulis lagu.

Sentuhan Arsy terbukti telah melahirkan lagu hits dengan pencapaian stream yang luar biasa, mulai dari “Misal” lagu milik Yovie & Nuno, “Merasa Indah” lagu milik Tiara Andini, dan yang terkini adalah “Bukan Sebuah Rindu” yang merupakan single terbaru Yovie Widianto dengan Andmesh Kamaleng.

Saat ditanya dari mana seorang Arsy Widianto mendapatkan inspirasi dalam menciptakan lagu, lakilaki yang November lalu berulang tahun ke-24 ini mengakui bahwa pengalaman pribadi seringkali lebih mudah dikembangkan jadi sebuah lagu, namun ketika dikonfirmasi lagu-lagu mana saja yang berasal dari pengalaman pribadinya, Arsy hanya tertawa sambil tersipu malu.

“Tentu pas menulis lagu, pengalaman sendiri pasti akan lebih mudah untuk kita kembangkan dan kita bayangkan karena kan kita yang mengalami… Tapi sebenarnya dari pengalaman atau kisah orang lain juga bisa aja kok,” ungkap Arsy sambil tersenyum misterius. Rupanya Arsy juga terbiasa menulis lagu di mana saja, mulai dari di pesawat saat travelling atau bahkan pernah juga di toilet. “Aku orangnya termasuk random dan spontan, inspirasi kadang datangnya nggak kenal tempat nggak kenal waktu, ya harus buru-buru ditulis biar nggak lupa,” lanjut Arsy.

Sabtu, 01 Juni 2024

ZIGAS UNJUK EKSISTENSI LEWAT EP TERBARU "SAYAP PATAH" BERSAMA DIDI MUSIC RECORDS

Menjaga eksistensi memang bukan hal yang mudah dilakukan untuk mereka yang memilih jalan karier di dunia entertainment, termasuk industri musik. Terlebih, digitalisasi yang terjadi beberapa tahun belakangan tak dipungkiri membuat persingan di dalamnya begitu ketat sehingga memaksa para pelaku di dalamnya untuk terus berinovasi dalam berkarya. Hal itu pula yang dilakukan grup band Zigaz agar bisa terus bertahan di belantika musik Indonesia.

Bekerjasama dengan Didi Music Records, grup yang kini beranggotakan Poetra (vokal), Raindy dan Ary (gitar), serta Rama (Drum) it secara resmi merilis Extended Play (EP) bertajuk Sayap Patah pada 29 Mei 2024 ini. Dalam mini album tersebut, Zigaz menyajikan versi berbeda dari lagu-lagu hits mereka seperti Sahabat Jadi Cinta, Cinta Gila, Hidupku Hidupmu dan kenanglah. "4 lagu remake dibuat untuk mengingatkan kembali ke pendengar dan kroni-kroni lama Zigaz sebelum mendengar satu lagu baru. Ya, selain empat lagu lama yang digubah dalam versi berbeda, EP Sayap Patah juga menghadirkan satu 'menu' baru sebagai suguhan anyar Zigaz bagi para pendengarnya. Lagu berjudul Bagai Sayap Yang T'lah Patah diciptakan oleh Poetra dan Raindy, mash dengan tema cinta sebagai benang merahnya Dua lagu seperti Sahabat Jadi Cinta dan Cinta Gila dibuat beda style dan moodnya, lebih groovy aja. Sedangkan dua lagu slownya di buat nggak beda jauh dari sebelumnya, tetap slow ballad ala Zigaz," kata Rama dalam keterangannya. "(Lagu Bagai Sayap Yang T'lah Patah) Ceritanya tentang kesedihan seorang kekasih ketika cinta tulusnya dikhianati pasangannya," beber Raindy.

"Semoga single terbaru Zigaz bisa memberikan warna baru untuk Zigaz dan musik Indonesia. Semoga lagu ini bisa juga memberikan manfaat untuk orang sekeliling kita," timpal Poetra kemudian. Bagi para personel Zigaz, EP Sayap Patah nyatanya bukan hanya sekedar simbol eksistensi perjalanan karir mereka sampai saat ini meski diwarnai bongkar-pasang personil.

Hadirnya Poetra sebagai vokalis juga diharapkan mampu untuk memberikan warna baru dalam perjalanan musik mereka ke depannya. "Setelah lama vakum, kita bertumbuh untuk menjalankan Zigaz dengan formasi baru, yang dimana agar massa atau netizen bisa menerima dan mengenal vokalis baru.

Dan kebetulan single baru juga penciptanya Poetra yang menurut gue bisa jadi warna baru untuk lagu-lagu kita," kata Ary. Optimisme para personel Zigaz bersama peluncuran EP Sayap Patah pun diamini oleh pihak label. Lewat konsistensi genre pop rock yang diusung, Arya Meda selaku General Manager Didi Music Records yakin jika Zigaz bisa kembali mencuri perhatian publik di tengah keanekaragaman musik yang ada saat ini.

"Harapan Didi Music tentu semoga Zigaz bisa kembali meramaikan industri musik Indonesia. Walaupun pro kontra pasti ada aja, apalagi berganti vokalis, tapi kita yakin Zigaz bisa dan semoga bisa menggaet fans yang baru di generasi sekarang," ujar Arya Meda.


NINETY HORSEPOWER RAMPUNGKAN EP DAN SIAP TANCAP GAS MENUJU ALBUM KEDUA SINGLE "RETRY"

Single "Retry" yang dirilis pada 24 Mei 2024 ini jadi penutup dari EP  (Mini Album) Trilogi Ninety Horsepower yang diberi judul “Re: sign-gret-try”,  melengkapi single "Resign" dan "Regret" yang dirilis pada 2022 silam. Bersamaan dengan penggarapan album kedua menandai transisi proses kreatif dan musikalitas dari band yang beranggotakan Ghina Salsabila (vokal & gitar), Wahyu Ramadhan aka Jiung (gitar), Irvanuddin Rahman aka Ipang (drum) dan KUNIO (bass) sudah hampir 10 tahun berkarya bersama.

Mengutip Ipang (Drum), "Semoga EP ini bisa mengobati kerinduan pendengar yang sudah lama menunggu rilisan kami dan bisa menjadi antisipasi buat album kedua Ninety Horsepower".

Setelah album perdana rilis pada tahun 2018, di tengah terpaan pandemi dan kepadatan rutinitas, tidak menghentikan deru Ninety untuk menyicil rilisan trilogi Resign dan Regret pada 2022. Terlebih Ghina sang gitaris & frontman/lead vocalist band ini juga pernah merangkap sebagai keyboardist band tersohor indie tanah air The Adams selama beberapa tahun terakhir, yang akhirnya memilih fokus melanjutkan perjalanan nya dengan 90HP (Ninety Horesepower) mulai tahun 2024 ini. Komitmen dan corak bermusik 90HP semakin terlihat dalam EP ini dan dan disinyalir akan semakin matang pada album kedua mereka nanti dengan menggaet Vit Alian sebagai produser yang sudah cukup lama mendalami musik Jepang.

"Sempat ada ide juga mau masukin Resign dan Regret ke dalam album kedua, tapi dalam penggarapannya, ternyata warna musik untuk lagu-lagu yang direncanakan untuk album kedua udah lumayan jauh dari Resign dan Regret. Jadi diputuskan kita rilis lagu Resign, Regret, Retry sebagai satu kesatuan dalam sebuah EP saja dulu." ungkap Ghina (Vokal & Gitar).

Aransemen dan materi dalam EP ini menjadi identitas dan warna tersendiri, terpisah dari album kedua nanti guna menonjolkan transisi transformasi musikalitas mereka. Retry merupakan fase terakhir dari trilogi sebagai bentuk penerimaan dalam proses pendewasaan mencoba kembali untuk bertahan terhadap kenyataan. Setelah di fase awal Resign mencoba untuk berontak dan berusaha keluar dari tempat atau kondisi yang dirasa kurang nyaman. Sehingga fase berikutnya Regret pun muncul sebagai bentuk penyesalan yang terkadang muncul atas keputusan tersebut dan mencoba untuk berharap kembali.

Wahyu Ramadhan aka Jiung (Gitar) menambahkan, "Pengalaman proses kreatif sama proses produksinya berjalan lancar karena ada Vit sebagai produser, kalo ga ada dia mungkin kita gabisa kreatif-kreatif banget sama ga jalan produksinya hahaha. Bocoran album kedua, tahun ini insyaAllah release, kita lagi ngebut proses produksinya, materi udah rampung semua, keren dah pokoknya hahahaha"


KAHITNA BUAT LAUTAN PENONTON GALAU BERSAMA DI THAMRIN JAKARTA PUSAT

Biasanya, hari Senin jadi momok buat sebagian orang. Namun, hal itu tidak terlihat di wajah penonton Kahitna saat tampil untuk Monday Replay di Sarinah. Malam itu, Sarinah dan sekitarnya dipenuhi dengan pasukan Soulmate yang siap teriak “APA!!” ketika Kahitna mulai memainkan lagu “Cantik”. “Terakhir kayak gini tuh kayaknya tahun 2010-an. Waktu itu ngisi aktivasi di sebuah cafe, namanya ‘I Like Monday’. Namanya mirip, jadi berasa nostalgia,” ujar Hedi Yunus.

Monday Replay sendiri adalah program yang diadakan oleh Musica Studios untuk mendukung musisi mereka dalam mempromosikan karya. Acara ini biasanya diadakan di Anjungan Sarinah dan tentunya setiap hari Senin. “Selama sejarah bikin acara di Sarinah, belum pernah se-’terkepung’ ini. Monday Replay terpenuh yang pernah ada,” ujar Gangsar, selaku bagian promotor dari Musica Studios. Pun tim Musica ataupun personel KAHITNA pun sangat bersyukur bisa mendapat antusiasme sebesar ini dari Soulmate.

Bentuk antusiasme ini dibuktikan dengan beberapa Soulmate yang sudah absen duluan pada pukul 15.00 WIB padahal KAHITNA baru on stage pukul 19.15. Komentar di postingan akun @kahitna pada hari itupun dibanjiri dengan Soulmate yang mulai mengabari bahwa mereka sudah mulai on the way dari peraduan masing-masing.

Ada yang rela pulang kantor duluan, berangkat langsung dari Bogor naik kereta, bahkan segera tancap gas ke Sarinah setelah pulang kuliah. Untuk band berusia 40 tahun, ternyata Soulmate KAHITNA datang dari berbagai kalangan usia.  Tak hanya berjuang dan jalan lebih pagi buat bisa nonton KAHITNA, ketulusan hati Soulmate sangat terasa saat jalanan bahkan halte Transjakarta bagian atas dipenuhi oleh suara keras dan wajah excited mereka. Semuanya kompak berteriak dan mengangkat tangan di setiap lagu yang dimainkan.

“Soulmate luar biasa hebat, tetep nunggu sampai akhir meski mungkin nggak semuanya bisa liat kita atau dengar dengan jelas. Kayaknya warga Jakarta ngumpul di Thamrin semua ya?” ujar Mario Ginanjar, usai tampil.  Entah ada berapa Soulmate yang hadir di Senin malam itu, kebersamaan yang terjalin di Anjungan Sarinah menjadi bukti bahwa KAHITNA selalu ada tempat di hati Soulmate. Hubungan antara Soulmate dan juga menjadi bukti kalau band yang dulunya nge-gigs di cafe bisa bikin gempar Jakarta bermodalkan lagu cinta. “Fix, warga Jakarta butuh asupan hiburan dan lagu cinta,” tutup Yovie Widianto sambil tersenyum lebar.

ASSIA KEVA AJAK WHITE CHORUS DAN DELF UNTUK RILIS LAGU "GOODBYE' DAN COOL ME DOWN"

Setelah merilis album mini perdananya yang berjudul 2004 pada Oktober tahun lalu, Assia Keva kini meluncurkan versi remix untuk kedua lagu yang terdapat di album mini tersebut. Penyanyi dan penulis lagu belia berusia 19 tahun dari Bali ini mengajak produser asal Hongkong bernama Delf untuk me-remix lagu “Goodbye” dan White Chorus, duo pop elektronik asal Bandung, untuk melakukan remix pada lagu “Cool Me Down”.

Assia Keva menceritakan bahwa rencana untuk merilis versi remix untuk lagu-lagunya sudah disiapkan sebelum merilis album mini 2004. Ia ingin lagu-lagunya bisa memiliki jalan yang panjang dengan berbagai macam bentuk. “Aku pengin lagu ini bukan cuma bisa dinikmati penggemar musik R&B saja, tapi bisa juga di-explore oleh DJ dan dimainkan di beberapa club,” ungkapnya.

“Goodbye” versi Delf, DJ dan beatmaker asal Hong Kong, sudah dirilis terlebih dahulu pada Jumat (3/5) lalu. Delf memiliki fokus terhadap nada-nada lo-fi yang berhasil menjembatani antara trip-hop dan trap.

Melalui rilis pers, Delf mengatakan bahwa melakukan remix untuk lagu “Goodbye” sangat menyenangkan. Ketika mendengarkan ketukan drum di lagu aslinya, ia langsung memiliki ide untuk membuat versi remix-nya dengan tetap memiliki beat yang serupa; walaupun ia merasa menjaganya tetap dalam payung ragam musik house terasa lebih menantang daripada yang ia pikirkan sebelumnya. “Tapi saya banyak mengambil referensi dari beberapa produser yang saya hormati seperti Disclosure, Ross dari Friends, dan Bonobo. This remix is probably the most complete and detailed composing I’ve ever done!,” ujar Delf.

Sedangkan versi remix lagu “Cool Me Down” garapan White Chorus baru saja dirilis pada Jumat (17/3) ini. Duo yang diisi oleh Clara Friska Adinda dan Emir Agung Mahendra ini mengungkapkan jika konsep yang mereka gunakan untuk me-remix adalah membayangkan jika Assia Keva menjadi personel White Chorus yang ketiga. “Jadi kita menggabungkan vokal Assia Keva di ‘Cool Me Down’ dengan beat drum dari White Chorus yang menjadikan lagunya glamorous and dancy. Ini pertama kalinya kami melakukan remix lagu, jadi kami excited buat ngerjain lagunya,” cerita White Chorus.

Assia Keva kemudian menceritakan bahwa memilih Delf dan White Chorus untuk membuat remix lagunya didasari oleh kekaguman dengan karya-karyanya. Delf yang dulu pernah tinggal dan berkarya di New York, AS—sebelum akhirnya tinggal di Hong Kong—sudah pernah memproduseri beberapa musisi mancanegara dan menjadi resident di NTS Radio. “Di luar itu juga Delf sering berkontribusi di acara kebudayaan Hong Kong dan secara musikalitas pun sangat eksploratif. Aku pikir ini bisa jadi kesempatan yang bagus untuk cross marketing,” jelas Assia Keva.

Sementara itu musik dan persona dari White Chorus yang membuat Assia Keva menyukai duo tersebut. Ia mengatakan: “Aku penasaran banget ‘Cool Me Down’ bisa jadi apa kalau di-explore dengan style mereka sendiri dan hasilnya sangat memuaskan.”

Versi remix “Goodbye” dan “Cool Me Down” milik Assia Keva saat ini sudah bisa didengarkan di berbagai layanan musik streaming seperti Spotify, Apple Music, YouTube Music, Deezer, dan lainnya.

WINAYA RILIS SINGLE "WANGIMU SEPERTI AKU", BICARAKAN PENTINGNYA WAKTU UNTUK SENDIRI

Berselang cukup lama dari single ketiga “Sudah Jalannya” yang rilis pada Februari 2023, solois wanita Winaya Satasya, atau yang akrab disapa Winaya, ini akhirnya kembali menyapa para penggemar dengan lagu keempatnya, "Wangimu Seperti Aku". Mengusung judul yang tidak biasa, ciptaan Barsena ini menceritakan tentang perasaan tidak nyaman dalam sebuah hubungan karena terlalu dekat. “Jadi, single “Wangimu Seperti Aku” ini menceritakan tentang keluh-kesah seseorang yang merasa bahwa dirinya seperti kehilangan jati diri karena terlalu lekat dengan pasangan. Ia merasa bahwa dirinya butuh ruang untuk bisa berkembang dan menjadi individu yang utuh dengan segala sifatnya yang unik.”.

Tidak hanya judulnya yang menarik perhatian siapa pun untuk mencari tahu lebih dalam, single yang prosesnya memakan waktu tiga bulan ini diakui Winaya menyajikan sesuatu yang berbeda. Jika kebanyakan lagu yang tentang keluh-kesah tentang pasangan memakai nada-nada mellow atau sendu, “Wangimu Seperti Aku” justru menghadirkannya dengan nuansa ceria. “Lagu ini punya kekuatan pada lirik dan perpaduan aransemennya yang cukup unik. Meski memiliki pesan yang cukup dalam, vibe yang dihadirkan ceria, namun tetap ada perasaan ingin merenung saat mendengarkannya. Jadi, penuh keluh-kesah, tapi semua itu keluar dari perasaan kita karena kita sayang dengan pasangan.”

Nyaris setahun lebih jarak perilisan single ketiga dengan keempat Winaya. Tidak hanya sekadar lama, namun ada cerita di balik itu. Artis yang peduli dengan kesejahteraan hewan ini mengakui agak kesulitan dalam mencari lagu yang cocok di luar lagu ciptaannya sendiri. “Untungnya, aku dibantu tim A&R Sony Music yang mencarikan lagu untuk single keempatku dan dapatlah “Wangimu Seperti Aku”. Dari awal dengar, aku sudah langsung suka karena cocok dengan jenis suara aku. Lirik lagunya yang bercerita membuat aku merasa bisa memberikan jiwa untuk lagu ini. Saat akan merilis sebuah lagu, aku selalu ingin lagu itu ada manfaat dan nilai yang bisa diambil. “Wangimu Seperti Aku” adalah salah satunya.”

Cara menyanyikan lagu ini ternyata memberi tantangan tersendiri bagi Winaya yang pada awalnya masih terikat pada ritme lagu sehingga menyanyikannya dengan terputus-putus. “Tapi, saat bertemu Kak Barsena, aku diarahkan untuk bernyanyi dengang gaya Swing. Ternyata, memainkan suara untuk efek Swing cukup susah karena harus memastikan tidak terlalu halus dan tetap berenergi.”

Bagi Winaya, “Wangimu Seperti Aku” memiliki pesan yang bermakna cukup dalam. “Lagu ini adalah lagu cinta, tapi nggak ada kata cinta dan memberikan pengingat akan hal yang serius kepada orang yang kita cintai. Intinya ‘aku sayang kamu. Tapi, boleh kan kita punya waktu sendiri-sendiri.’ Mau itu pasangan yang sudah menikah, orangtua dengan anak, atau antarteman, semua orang harus punya ruang khusus untuk diri sendiri agar tidak kehilangan jati diri karena itu yang membuat kita berbeda dan menyehatkan hubungan kita.”

Dari tiga single yang sudah ia rilis, Winaya bersyukur bahwa banyak ilmu yang sudah ia dapat dan membantunya lebih berkembang dalam bermusik di lagu keempat ini. “Dari karier musikku yang masih seumur jagung, aku mendapat berbagai ilmu yang sangat berguna. Sekarang, aku jadi lebih tahu arah musikku seperti apa, lebih percaya diri, dan lebih pandai dalam memilih lagu yang sesuai dengan tipe suaraku. Aku juga belajar cara bernyanyi, cara menjiwai sebuah lagu, cara berkomunikasi dengan orang-orang yang terlibat dalam pengerjaan single-single-ku, dan cara untuk berekspresi.”

Dengan rilisnya single keempat, Winaya berharap para pendengarnya akan merasa terhubung dengan lagunya dan memahami pesan bahwa semua orang butuh waktu khusus untuk dirinya sendiri. “ Aku juga ingin orang-orang yang mendengar lagu ini tahu bahwa banyak sekali talenta hebat yang terlibat di single ini dan selalu memberi dukungan dalam perjalanan bermusik kami,” tutupnya. Single keempat Winaya, “Wangimu Seperti Aku”, bisa didengar di platform musik digital.

LAMA HIATUS, ITABBS KEMBALI HADIRKAN SINGLE KEDUA BERTAJUK "FIXATE MY MIND"

Pada tanggal 29 Mei 2024 di semua platform musik digital, penyanyi-penulis lagu serta produser Tabitha Atmodjo dibawah nama panggung itabbs, telah kembali setelah hiatus selama 5 tahun dengan single keduanya yang berjudul “Fixate My Mind”. Lahir dari kolaborasi dengan maniasonic. – Tabitha Atmodjo a.k.a itabbs dengan bantuan Sekar Astiari sebagai co-producer, “Fixate My Mind” bercerita tentang kegalauan dan kekesalan seseorang terhadap taksirannya yang tidak membalas perasaannya sesuai harapannya.

Lagu ini berasal dari cerita cinta dan pengalaman yang dialami oleh itabbs sendiri. Ia terinspirasi untuk menulis awal lirik lagunya ketika ia sedang liburan dengan keluarganya, dan selagi dalam perjalanan di mobil, ia melihat nama kekasihnya tiga kali berulang kali, memusatkan pikirannya pada kekasihnya selama berminggu-minggu.

“Three times today, I saw your name. Tell me how’s that not gonna fixate my mind around you?” – Penggalan dari “Fixate My Mind” by itabbs, lirik favorit dari sang penulis.

Kata “fixate” atau “memfiksasi” sendiri berarti menyebabkan seseorang mempunyai keterikatan obsesif terhadap seseorang atau sesuatu. Kata ini terdengar begitu keras dalam ekspresi perasaan itabbs terhadap orang spesialnya. Pada saat itu, sifat hubungannya dengan orang ini sangat kuat, namun itabbs masih merasa tidak dicintai seperti yang diharapkannya. Rasanya seperti, “cinta” tidak bisa diraih dan tidak tersedia, membuatnya merasa frustasi.

Karena itabbs adalah seorang gitaris, ia memulai demo lagu ini hanya dengan vokal dan gitar. Dengan hanya dua chord minor yang berulang, “Fixate My Mind” diciptakan sebagai sebuah syair dan tangisan dari perasaan mendalam yang tak terbalas. Lagu tersebut berkembang dengan penambahan drum, bass, synths, vocal synth, serta backing vocal.

Saat menulis lagu ini, itabbs sedang mendengarkan dua lagu; Unrequited Love karya Thundercat dan OverHeated karya Billie Eilish yang menjadi inspirasi dan acuan utama landasan “Fixate My Mind”. Saat kamu merasa frustasi dengan firasatmu terhadap gebetanmu yang tidak membalas perasaanmu, namun tetap membuatmu menginginkan lebih, maka lagu ini cocok untukmu.

Kami mengajak kalian untuk mendengarkan dan membagikan lagu ini kepada teman-temanmu, atau khususnya kepada gebetanmu agar mereka dapat membuka mata dan hatinya untuk akhirnya menyadari apa yang mereka lewatkan dan akhirnya memberikanmu cinta yang selama ini kamu dambakan dari mereka.

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...