Senin, 26 Februari 2024

MORAD LEPAS SINGLE TERBARUNYA "HEARTLESS MAN", HADIRKAN LAGU YANG MINIMALIS DAN INTIM

Morad, penyanyi sekaligus penulis lagu asal Jakarta, merilis karya perdananya untuk tahun ini pada Jumat (23/2). Diberi judul “Heartless Man”, dalam lagu tersebut Morad bernyanyi hanya diiringi alat musik gitar; menghadirkan lagu dan musik yang intim. “Dari ide awal memang nggak kepikiran untuk menambah instrumen lain, saya rasa satu instrumen sudah cukup untuk lagu ini. Mungkin alasan minim instrumen adalah saya ingin suasana yang lebih intim dan tidak terlalu ‘berisik’ oleh instrumen lain,” jelas Morad.

Sedangkan kisah di balik “Heartless Man”, Morad menceritakan bahwa single terbarunya tersebut bercerita tentang refleksi seorang manusia. “Mungkin ini hanya tentang lamunan seorang pria tentang masa lalunya; tentang apa yang pernah ia lakukan dulu, tentang pria seperti apa ia dulu,” kata Morad.

Mengenai proses penggarapan, “Heartless Man” diproduseri sendiri oleh Morad dan dikerjakan dengan lebih santai. Ia mengungkapkan: “Lagu ini cukup mendadak direkamnya. Waktu itu lagi nongkrong saja di rumah Raissa Faranda (vokalis dan gitaris Noon Radar) sama Natha (manajer Morad) juga, terus tiba-tiba pengin mau coba merekam satu lagu dan kebetulan lagunya memang cuma perlu satu instrumen saja, jadi tidak ribet. Set up, rekam, dan langsung selesai malam itu juga.”

Sedangkan untuk tahap mixing dan mastering, Morad memercayakannya kepada Rhesa Aditya, pemain bass untuk duo Endah N Rhesa, yang dikerjakan di studio miliknya yang bernama Earspace, Pamulang, Tangerang Selatan. “Selain memang mau explore coba mixing dan mastering dengan mas Rhesa, studio Earspace dekat juga dari rumah jadi kalau ada keperluan tinggal datang. Selain itu pastinya setelah mixing beberapa lagu di sana hasilnya cocok dan komunikasinya juga enak,” tutur Morad.

Dalam segi artwork untuk single “Heartless Man”, Morad melakukan hal yang belum pernah ia lakukan. Jika sebelumnya ia selalu menggunakan foto sebagai artwork bagi single dan album miliknya, kali ini ia berkolaborasi dengan illustrator muda Satrio Rizky (strxndedboy) sebagai sosok yang menggarapnya. Artwork “Heartless Man” menampilkan empat fokus ilustrasi dengan gaya medieval: bidadari, iblis, serta tangan yang sedang mencengkram pedang dan bunga.

“Selain karena saya sudah pernah kerja bareng sebelumnya dan memang sudah tau capability-nya, untuk artwork lagu ‘Heartless Man’ spesifik mau yang style-nya medieval. Pas lagi cari opsi ilustrator, jadi ingat strxndedboy pernah bikin beberapa ilustrasi dengan style tersebut, jadi langsung saya approach dan dia pun tertarik juga untuk berkolaborasi,” kata Morad.


FANIRAHMANSYAH RILIS LAGU "JALUR SEDERHANA"

 

Fanirahmansyah memulai karir bermusiknya dari platform TikTok, sebelum dia belajar untuk mulai menulis dan merilis lagu ciptaannya sendiri. Dengan lebih dari 1 juta pengikut di TikTok, dia sudah memiliki basis penggemar yang kuat yang akan mendukung karya-karyanya.

Lagu ciptaannya “Siklus” menunjukkan ambisi dan kreativitasnya dalam bermusik. Dengan mencoba genre yang berbeda, seperti lagu cinta manis "Jalur Sederhana," yang dirilis pada 23 Februari 2024, Fani berusaha memperluas cakupan penggemarnya dan menemukan keberhasilan di industri musik Indonesia

Jalur Sederhana ditulis oleh Choki Cassandra adalah lagu tentang seseorang yang bersyukur bisa mencintai pasangannya setiap hari, meski dengan kesederhanaan, setiap hari dijalani bersama, dengan rasa cinta, saling melengkapi, memahami, dan menjaga hati.

Tentu saja, perjalanan di industri musik tidak selalu mudah, tetapi dengan dedikasi dan terus berkembang, Fani memiliki peluang untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar. Fansnya pasti sangat menantikan apa yang akan dia lakukan selanjutnya!


Minggu, 25 Februari 2024

MD MUSIC UMUMKAN RILIS ORIGINAL SOUNDTRACK FILM "MELODATE"

 

Clockwork Film mengumumkan film terbarunya berjudul “Melodate”. Film ini sebelumnya sudah tayang serentak pada tanggal 22 Februari 2024 di Prime Video. Lalu serangkaian soundtrack juga sudah disiapkan untuk mengisi keseruan film ini. Bersama MD Musik Indonesia, akan ada dua serangkaian lagu yang akan menjadi original soundtrack untuk film “Melodate”.

Untuk rangkaian soundtrack film “Melodate”, diantaranya berjudul ‘Isi Hati’ yang dinyanyikan oleh Avia Athalia. Lagu dengan lirik yang indah ini ditulis oleh Dai Ramadhani, memiliki makna ungkapan hati seseorang untuk orang yang selama ini dikaguminya. Ia berharap seseorang ini tidak memendam perasaannya. Avia Athalia juga senang bisa kembali terlibat untuk project soundtrack bersama MD Music. “Senang rasanya bisa kembali terlibat, semoga lagu ini juga bisa dinikmati oleh pendengar musik Indonesia dan rasa yang aku sampaikan bisa sampai juga ke pendengar,” ujar Avia Athalia.

Lagu berikutnya yang menjadi original soundtrack film “Melodate” adalah ‘Soon Finland’ dari Heidi (The Girl with the Hair). Lagu manis yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi Heidi ini, bercerita tentang indahnya cinta yang tidak hanya saling menemukan tapi juga menyembuhkan. "Lagu itu awalnya memang purely isinya tentang harapan, ekspektasi sama future plan aku dan partnerku pas saat itu. Jadi kata-kata yang ada di situ memang benar-benar dari hati. Kan ceritanya LDR nih, makanya lagunya longing banget, mau ini mau itu, nanti kita gini nanti gitu," kisah Heidi.

"Melodate” merupakan drama romance yang bercerita tentang kehidupan remaja bernama
Melody (Caitlin Halderman) yang tinggal di asrama. Ibu Rasti, kepala sekolah dan kepala Asrama Putri Mahadewi, sangat marah kepada Melody, murid baru yang membuat masalah di asrama. Lebih parah lagi, Dante (Jourdy Pranata), anak laki-laki Ibu Rasti tiba-tiba memperkenalkan Melody sebagai pacarnya. Selengkapnya dapat disaksikan hanya di Prime Video.


SEBUAH PERAYAAN PROSES PERKEMBANGAN KARIR BERMUSIK, ARUMA RILIS EP "BERTUMBUH"

 

Nama Aruma sebagai salah satu pendatang baru di belantika musik Indonesia tidak bisa dipandang sebelah mata. Lagu perdananya di bawah bendera label Sony Music Entertainment Indonesia sudah diputar lebih dari 168 juta kali di Spotify dan video musiknya pun sudah ditonton 18 juta kali di YouTube. Karena prestasinya tersebut, gadis bernama lengkap Nidewi Aruman ini meraih double platinum dan juga menyabet penghargaan “Penyanyi Pendatang Baru Terbaik Terbaik” dalam Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2023. Kini, di tahun 2024, Aruma meluncurkan EP pertamanya dengan judul Bertumbuh.


Tentu, bukan tanpa sebab kata ini yang dipilihnya sebagai judul EP. “Bertumbuh itu sebenarnya sebuah ungkapan yang sangat personal buat aku dan terinspirasi dari proses bertumbuhnya sebuah bunga. Mulai dari bibit kecil hingga besar dan berharap bisa mekar dengan baik jika kita terus merawatnya. Begitu juga yang aku rasakan untuk EP pertamaku ini. Apa yang sudah aku capai hingga sekarang merupakan proses aku bertumbuh, mulai dari bergabung dengan label, merilis single perdana, belajar banyak hal di dunia musik, hingga pada akhirnya merilis EP ini.”

Rencananya, akan ada lima lagu di Bertumbuh, yaitu tiga lagu lama (“Muak”, “Ekspektasi”, dan “Hilang Kendali”) serta dua lagu baru (“Rindu Berjatuhan” dan “Tunggulah Sebentar”). Prosesnya sendiri cukup cepat karena lagu-lagu yang terpilih adalah yang sudah rilis, sementara sisanya diambil dari tabungan lagu Aruma. “Kelima lagu ini akan menggambarkan kepahitan hidup, terutama dalam percintaan. Gambaran sesuatu yang jauh dari kehidupan ideal. Meski begitu, semua lagu aku bungkus dan bawakan dengan nada-nada yang anggun dan manis. Ini tentu memberikan tantangan tersendiri bagi aku, yaitu bagaimana agar semua lagu bisa mengalir menjadi suatu makna yang bisa berdiri sendiri, tapi juga kalau dilihat secara garis besar, memiliki benang merah.”


Perilisan EP Bertumbuh, bagi Aruma, merupakan hal besar pertama dalam karier bermusiknya yang belum terlalu lama. “Jelas, aku deg-degan, tapi juga senang. EP ini merupakan langkah besar pertama dalam proses aku bertumbuh menjadi musisi. Semoga saja perilisan mini album ini bisa menjadi awal yang baik bagi perjalanan musikku di masa yang akan datang. Dan, aku berharap, bisa mempromosikan lagu-lagu di EP ini ke berbagai kota.”

Tidak lupa, Aruma berpesan bagi mereka, para pendengar EP-nya, saat rilis nanti. “Aku berharap, EP ini bisa menjangkau banyak orang dan lagu-laguku menjadi bagian dalam perjalanan hidup kalian. Semoga kelima lagu yang aku bawakan di dalam Bertumbuh bisa menemani teman-teman semua di dalam berbagai proses kehidupan. Senang atau pun sedih, kita akan lewati ini bersama-sama,” tutupnya. EP perdana Aruma, Bertumbuh, bisa didengarkan di platform streaming digital mulai 23 Februari 2024.


LUNADIRA PERSEMBAHKAN ALBUM PERDANA BERTAJUK "I'LL BE ALRIGHT, RIGHT?"

Malaysian singer-songwriter Lunadira today releases her highly-anticipated debut album 'i'll be alright, right?' via TONGTONG Asia. The slow, scintillating reveal of the album's first four singles ("OVERTHINKING" & "GO SLOW", title track "i'll be alright, right?", and "crying over nothing (wah wah)") offered a sneak peek into the artist's labyrinthine emotions, navigating the tumultuous waters of life, love, and self-discovery.

Renowned for her saccharine vocals and lyrical brilliance, Lunadira tells stories that unfold like delicate flower petals, blending vulnerability, joy, and introspection. In 'i'll be alright, right?' she bears a weariness with a thin veil of hope, streaked with familiar melancholia that’s heavy to feel but so easy to bop to. Balancing on this tightrope exemplifies how deft she has become as an artist since her salad days. From R’n’B to garage and grunge, she shapeshifts through a spectrum of genres and moods that constitute the pop of our times – eclectic and moving; fun and sultry.

She explains, "'i'll be alright, right?' as an album is a returning to one's self. It is not a celebration but an observation of the uncertainty of life and dealing with that ungracefully, and accepting that there is grace in uncertainty." Collaborating with longtime musical partner Reddi Rocket on the project, Lunadira explores new musical territories, emphasising authenticity over conventionality in their production process.

Having retreated into a creative cocoon after the release of her last project 'Tangerine' in 2020, Lunadira has been re-discovering her sonic identity on the journey of completing her new album, honing in on and refining her craft – ever-evolving and boundless – to reflect her lived experiences in its truest form through her songwriting and sound.

The release of 'i'll be alright, right?' follows her recently-announced debut appearance at Joyland Bali 2024, where she will be playing alongside artists including James Blake, Kings of Convenience, and The Walters.


YUJI BERSAMA YEDIRA KEMBALI BERKOLABORASI DENGAN SINGLE TERBARU "REWIND"

 

Dunia musik Malaysia yang dinamis akan menyaksikan kolaborasi hebat lainnya saat yuji dan yedira bersatu kembali untuk lagu sensasional ketiga mereka. Duo ini, yang dikenal dengan lagu hits mereka sebelumnya “my only” dan “thinkin’”, siap menggemparkan industri dengan single terbaru mereka, "rewind (yang diproduksi oleh. MFMF.).

Di usianya yang baru 21 tahun, Yuji telah membuktikan dirinya sebagai salah satu artis independen dengan pertumbuhan tercepat di Malaysia, ditandai dengan kesuksesan fenomenal dari lagu hit viralnya "Old Love", yang mencapai total 303 juta streaming di semua platform streaming digital.

Lagu "rewind" mengeksplorasi tema cinta, penyesalan, dan keinginan untuk memutar kembali waktu. Lirik menawan yang dibawakan oleh yuji dan yedira menceritakan kisah patah hati dan kerinduan akan kesempatan kedua. Single ini merupakan lagu utama dari EP debut yuji yang sangat dinantikan, "CONNECTIONS." Merayakan bab berikutnya dalam perjalanan musiknya, EP ini merupakan eksplorasi 5 lagu dari berbagai koneksi yang ia buat dalam hidup dan kariernya.

Semua lagu yang ada dalam EP ini ditulis dan diproduksi oleh MFMF., grup produksi musik papan atas Malaysia yang terkenal dengan lagu hit viral TikTok mereka “Cute” pada tahun 2020. MFMF., yang terkenal karena kolaborasi strategis dan kemampuannya dalam menciptakan hits yang menular, menempatkan sentuhan midas mereka untuk “mundur.”

Sedangkan untuk Video musik yang akan dirilis untuk lagu "rewind" akan menambahkan lapisan lain pada pengalaman tersebut, direkam dalam satu kali pengambilan untuk memberikan perjalanan visual yang autentik dan mendalam. Video tersebut menampilkan penampilan spesial Brendan dari MFMF. dan Sabrina (@jpbrinx), pembuat konten populer di TikTok dengan lebih dari 2 juta pengikut.

Saat "rewind (prod. by MFMF.)" mengungkap melodinya yang memukau, yuji dan yedira mengundang penggemar dalam perjalanan yang mendebarkan. Dengan perjalanan musik yang ditandai dengan lirik yang menyentuh hati dan produksi papan atas, yuji dan yedira siap meninggalkan jejak yang tak terhapuskan di dunia music.


DILAN ZAMAITA DAN MENTARI NOVEL SUPER ENERGIK DI LAGU ROCK N ROLL 50AN BERJUDUL "NONA"

 

Dillan Zamaita, penyanyi/penulis lagu asal Jakarta kelahiran 1999 yang kini berusia 25 tahun baru saja merilis single terbarunya yang berjudul, “Nona”. Dirilis oleh Sedjuk Media Network, lagu ini melengkap katalogi lagu Dlilan yang telah dirilis sebelumnya. Mereka adalah, “Shadow” (2022), “Sunshine and Cigarette” (2022), “Roselina” (2023) dan “Stand Tall” (2023). Yang menariknya, single “Nona”, adalah lagu pertamanya yang tidak hanya berlirik bahasa Indonesia, namun juga menjadi penanda baru warna identitas musikal seorang Dillan Zamaita.

Bila sebelumnya ia berkiblat pada musik rock n roll 90an seperti Oasis, kini menggali lebih jauh lagi ke era musik rock n roll 50an ala Elvis Presley dan musik rockabilly. Dengan struktur lagu catchy yang diulang-ulang dan dengan penyampaian lirik yang terbilang sederhana lagu ini dijamin akan lebih mudah lekat di telinga terutama para penggemar musik rock.

Ide lagu “Nona” didapat saat Dillan tengah menonton film The Silver Lining Playbook (2012). Lalu ia mematikan volume suara filmnya saat menonton dan bermain gitar sambil bernyanyi seakan-akan lagu ini menjadi soundtrack-nya. Lalu semuanya terjadi begitu saja. Lagunya sendiri bercerita tentang ketertarikan pria saat bersenang-senang di sebuah pesta kepada lawan jenisnya dan mengajaknya menari.

Diakuinya ia sempat kesulitan dalam menulis lirik bahasa Indonesia, terutama ketika mengolah silabel (suku kata) nya. Tapi karena ingin pesannya lebih mudah dipahami, ke depannya ia bertekad untuk membiasakan menggunakan bahasa Indonesia dalam lagu-lagunya.

Selain itu kehadiran penyanyi/aktris perempuan Mentari Novel turut mempermanis lagu duet ini. Alasannya karena selain memang teman baiknya, Mentari Novel dirasa mempunyai karakter suara yang pas dengan lagu ini. Sehingga semakin melengkapi aransemen musik yang diproduseri langsung oleh Dillan Zamaita dengan bantuan co-produser sekaligus mixing engineer, Rama Harto dan kehadiran Rhesa Aditya (Endah ‘n Rhesa) yang bertindak sebagai juru mastering lagu ini. Di akhir kata, Dillan Zamaita berharap para pendengar bisa menerima musiknya dan tidak mengotak-kotakan musiknya dengan genre tertentu. Hanya karena karyanya kali ini cukup berbeda dengan karya-karya sebelumnya.

Sedikit info, Sedjuk Media Network adalah perusahaan kreatif di bawah naungan Sedjuk Grup yang menaungi Bakmi Sedjuk dan Kopi. Selain Dillan Zamaita, Sedjuk Media Network juga menaungi The JokeAss Podcast, dan yang terbaru podcast Soleh yang Saleh yang khusus membahas makanan.


Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...