Sabtu, 02 Maret 2024

EAS.Y MERANGKUM DUKA DAN LUKA DALAM DEBUT EP "COUNTLESS HOURS "

“Kami percaya bahwa setiap luka itu tidak pernah sembuh, luka itu selamanya melekat pada diri kita, luka itu hanya terlupakan, tertutup kenangan, kesedihan dan luka-luka lainnya.” Eas.y.

Pesan pembuka yang cukup kuat dari Eas.y untuk membuka rilisan pers EP/mini album terbaru mereka Countless Hours.

Tetap konsisten dengan format yang di isi oleh Bastya Indrawan (Bastya) pada Vocal & Keyboard, Yogie Satya Ferdinand (Yogie) pada Drum, Erland Oktafaisal (Erland) pada Guitar, dan Karima Sasiseptiana (Rima) pada Vocal. Setelah merilis single “I’m Fine” pada tahun lalu, unit sophisti-pop asal kota Malang ini kembali dengan sebuah mini album yang bertajuk Countless Hours.

Berisikan 4 lagu, mulai dari single terakhir mereka I’m Fine, lalu dilanjut dengan May 6th, You Give Me Just One Night, dan diakhiri dengan Because I’ve Been Killed Hundreds Of Time By The People I Love.

Dari judul dari tiap single pada EP ini kita bisa melihat sekilas cerita yang ingin diangkat dari EP ini pasti seputar kesedihan atau mungkin patah hari dari tiap personil Eas.y.

Bastya selaku penulis lirik mengatakan, “Sebenernya isu yang ingin kita angkat dari EP ini berasal dari hubungan traumatik dari tiap personil ke orang tuanya.” Tetapi yang unik dari single ini Eas.y sendiri menggunakan diksi dan pemilihan lirik yang umum, dengan tujuan tiap single di Countless Hours bisa dinikmati siapapun, terutama pendengar mereka yang mungkin sedang patah hati dan kesedihan dalam tiap hubungan mereka. Cukup menarik untuk kita lihat bagaimana pengambilan lirik Eas.y pada mini album kali ini.

“Like its okay to end my love, like its okay to take my life…” Sebuah penggalan lirik dari May 6th yang cukup menggambarkan dari keseluruhan Countless Hours.

Empat lagu penuh emosi dari Countless Hours tidak hanya sekadar lagu-lagu biasa; empat single ini adalah kisah singkat penuh kesedihan dan luka yang berakar dari pengalaman pribadi masing-masing personil. Dalam EP ini, setiap nada dan lirik adalah manifestasi dari patah hati dan trauma yang dirasakan oleh tiap individu Eas.y. "Memang dari keempat lagu di EP ini berangkat dari pengalaman tiap personil kita, mulai dari patah hati mereka hingga traumatis yang dialami oleh tiap personil," ungkap Eas.y dengan tegas dalam siaran pers mereka.

Salah satu pencahayaan utama dalam EP ini adalah single "May 6th" yang menjadi kunci keindahan dan kesedihan itu sendiri. Single ini menjadi cermin dari perpisahan yang memilukan dengan seseorang. Tanggal yang menjadi judul lagu, 6 Mei, bukan hanya sekadar angka, melainkan sebuah momen di mana sang penulis lagu memilih untuk menghadapi dan melukai dirinya sendiri sebagai respons terhadap kesedihan yang tak terhindarkan. Dengan sentuhan emosional yang mendalam, single ini menjadi pusat perhatian tersendiri dan menggambarkan perjalanan hati yang hancur yang mungkin dialami oleh setiap orang.

Dalam "Countless Hours," Eas.y menyampaikan pesan bahwa akhir setiap kisah tidak selalu berakhir bahagia. Dalam EP ini mereka mengeksplorasi perpisahan dan kesedihan sebagai bagian tak terhindarkan dari hidup. Countless Hours juga mengajak pendengar berdamai dengan realitas akan sebuah akhir yang tak bahagia dalam berbagai fase hidup mereka. Menurut Bastya sendiri menyampaikan “adakalanya dalam kesedihan kita menjadi belajar.” Hal ini juga menjadi salah satu dasar dari pengambilan tajuk “Countless Hours”, Eas.y menjalaskan bahwa “mengibaratkan menghitung berapa lama sebuah luka itu bersama kita.”

Proses kreatif pada Countless Hours sendiri Eas.y banyak terinfluence oleh musisi-musisi favorit mereka, sebut saja Honne, Lany, Lauv, 1975, bahkan band Nu Metal seperti Linkin Park. Selain itu mereka juga terinspirasi band legendaris Indonesia seperti Dewa & Noah. Disinilah kecerdikan Eas.y dalam meramu materi terbukti, Eas.y juga cukup cerdik untuk menyisipkan unsur Alternative Rock dengan riff gitar yang cukup catchy dan sedikit ditonjolkan dengan repetisi yang porsi yang cukup, selain itu unsur elektronik dan synthesizer cukup menjadikan nuansa di tiap lagu terasa hangat dan manis.

Proses pengerjaan nya sendiri, untuk masalah mixing & mastering Eas.y kembali mendaulatkan kepada Haum Studio (@haum.studio) yang digawangi oleh M. Fitryan Al Fajri aka Ryan Abo (@ryan_abo) yang merupakan vokalis dari Shellin (@shellinofficial).
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...