Kamis, 01 Mei 2025

Dari Luka, Marah, Hingga Rasa Kehilangan, Stereo Wall Rilis Album Asing

Setelah merilis album debut Prologue pada 2023 dan mengukir jejak panjang lewat EP Never Ending Drama (2016) serta berbagai single, band alternatif rock asal Jakarta, Stereowall, kembali dengan karya terbaru mereka bertajuk Asing. Album penuh kedua ini resmi dirilis pada 30 April 2025 di seluruh platform musik digital.

Beranggotakan Cynantia Pratita (vokal), Rama Mayristha (gitar), Usay (gitar), Ramadhan Satria (bass), dan Reiner (keyboard/synth), Stereowall menghadirkan Asing sebagai eksplorasi tematik dan musikal yang lebih berani. Album ini menjadi refleksi perjalanan emosional untuk keluar dari hubungan yang toxic, baik dalam percintaan, pertemanan, maupun relasi sosial dengan pendekatan lirik yang lebih personal dan jujur.

Album Asing berisi total tujuh lagu, terdiri dari enam lagu berbahasa Indonesia dan satu lagu berbahasa Inggris, menjadikannya rilisan dengan dominasi lirik Indonesia paling kuat dalam diskografi Stereowall. Lagu-lagu tersebut disusun layaknya babak dalam sebuah novel, menggambarkan fase-fase kompleks: dari luka, kemarahan, frustrasi, hingga penerimaan.

Lagu Asing dipilih sebagai single utama sekaligus lagu judul, merepresentasikan klimaks narasi album. Dengan lirik tajam seperti “Kau buat hitam putih begitu saja / Gelap kita berbeda, terang kita tak sama”, lagu ini menggambarkan momen sadar ketika seseorang mulai mempertanyakan, bahkan menertawakan, alasan mempertahankan hubungan yang selama ini menyakitkan. Music Video Asing, yang diperankan langsung oleh Cynantia Pratita, menvisualisasikan perasaan di mana keceriaan dan banyak warna yang hadir di sekitar sebelum akhirnya berubah menjadi asing.

Selain Asing, album ini juga menghadirkan 3 lagu baru lainnya yang dirilis bersamaan : Cedera Abadi, dengan lirik paling kelam dan eksplosif, mengisahkan luka mental yang tidak kasat mata namun menetap. Berjalan Pada Instruksi, kritik sosial atas tekanan dan ekspektasi yang membelenggu, disampaikan dengan distorsi dan amarah khas Stereowall. Lagu ini bahkan menyisipkan suara ambient dari kereta bawah tanah Jakarta untuk mempertegas absurditas kehidupan kota. Haru Senyap, satu-satunya lagu ballad di album ini, ditulis sebagai bentuk penghormatan untuk orang-orang terkasih yang telah pergi. Lirik seperti “Ku berjalan perlahan / Menikmati kesunyian” menjadi penanda fase penerimaan yang tenang.

Dirilis tepat saat band ini memasuki usia ke-13 sejak terbentuk pada 16 September 2012, menegaskan bahwa Asing adalah album yang paling ekspresif dalam karier mereka. Dengan suara yang lebih lugas, aransemen yang tetap eksplosif, dan pendekatan lirik yang personal, Asing menjadi representasi kedewasaan.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...