Selasa, 27 Agustus 2024

DANILLA AJAK RENDY PANDUGO DALAM SINGLE KOLABORASI "WAHAI KAU"

Satu dekade setelah perilisannya, balada "Wahai Kau" kembali dengan sentuhan magis baru. Versi terbaru, menampilkan duet memikat antara Danilla Riyadi dan Rendy Pandugo, siap menyihir pendengar baru sekaligus mengobati kerinduan penggemar lama.

Awalnya dirilis pada tahun 2014 dalam album debut Danilla, Telisik, "Wahai Kau" langsung menjadi favorit, menangkap esensi cinta muda yang menggebu-gebu. Sepuluh tahun kemudian, lagu ini hadir kembali sebagai single utama dari album Telisik (lagi), sebuah rekam ulang album ikonik Danilla, menunjukkan evolusi artistiknya sambil tetap setia pada emosi puritan yang pertama kali menyentuh hati pendengar. Telisik (lagi) akan dirilis pada 14 Oktober melalui Laguland.

"Wahai Kau" lebih dari sekadar lagu; ini adalah perjalanan nostalgia ke masa cinta pertama yang menggetarkan. Lirik yang ditulis Lafa Pratomo pada tahun 2014, berbicara tentang kerinduan dan ruang, namun tetap ada ikatan di bawah bulan yang sama, mengingatkan kita bahwa cinta dapat melampaui jarak dan waktu. Daya tarik abadi lagu ini terletak pada kemampuannya untuk membangkitkan perasaan universal, terlepas dari usia atau pengalaman.

Danilla, yang terpikat oleh perspektif unik lagu ini, berbagi, "Melodi ini langsung menarik perhatian saya, tetapi lirik Lafa yang benar-benar menyentuh hati. Meskipun sederhana namun mendalam, menangkap perasaan hormat dan kekaguman yang mendalam terhadap seorang wanita. Jarang menemukan sudut pandang yang menggambarkan wanita dengan begitu indahnya". Lafa menjelaskan, "'Wahai Kau' adalah dialog antara seorang pria dan wanita, masing-masing mengalami emosi yang sama di ruang yang berbeda. Pada tahun 2014, Danilla dan saya menyanyikannya bersama, tetapi sekarang, pada tahun 2024, kami mengajak Rendy untuk menambahkan lapisan lain pada dialog ini".

Rendy Pandugo, dikenal dengan vokalnya yang khas, menambahkan dimensi baru pada lagu ini dan melengkapi vokal Danilla. Hasilnya adalah sebuah interpretasi yang indah dan menyentuh hati yang tetap setia pada versi aslinya sambil menawarkan perspektif segar. Dengan vokal memikat Danilla dan Rendy, versi baru "Wahai Kau" adalah permadani sonik yang menjalin nostalgia, kerinduan, dan kekuatan cinta yang abadi. Ini adalah bukti keabadian emosi manusia dan kemampuan musik untuk menghubungkan lintas generasi.

"Wahai Kau" rilis tanggal 19 Agustus bersama dengan video musik yang mengangkat tema cinta, kerinduan, dan hubungan antar manusia. Video musik ini menceritakan kisah mengharukan tentang ikatan istimewa antara seorang anak perempuan dan ayahnya, disajikan melalui dua perspektif yang saling terkait. Danilla merindukan rumah masa kecilnya dan sang ayah yang dengan berat hati terpaksa harus meninggalkannya, sementara Rendy Pandugo memerankan seorang musisi sibuk yang seringkali harus meninggalkan putri kecilnya karena pekerjaannya. Narasi ini menjalin pengalaman mereka, menciptakan proyeksi emosi satu sama lain. Mereka terhubung pada tingkat yang mendalam, memahami pentingnya hubungan ayah-anak perempuan. Video ini memuncak dengan reuni yang mengharukan, menunjukkan bahwa meskipun jarak dan waktu dapat memisahkan orang-orang terkasih, cinta dan kasih sayang akan selalu menemukan jalannya.

Video musik yang disutradarai oleh Nas Affandi menggambarkan hubungan antara seorang anak perempuan dan ayahnya di Indonesia, sebuah negara dengan tingkat fatherlessness tertinggi ketiga di dunia. Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan seorang anak perempuan sangatlah penting, dan video ini bertujuan untuk menyoroti peran penting yang dimainkan oleh ayah dalam memberikan cinta, dukungan, dan rasa aman kepada putri mereka. Melalui kisah yang emosional dan mendalam ini, sang sutradara berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya kehadiran seorang ayah dan menginspirasi para ayah untuk lebih hadir dan terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka.

Senin, 26 Agustus 2024

SINGLE TERBARU DARI AAN STORY DAN DINDA GHANIA DALAM "PELAN PELAN MELUPAKAN"

Seakan tak pernah kehabisan ide untuk berkarya, Aanstory sebagai produser sekaligus pencipta lagu-lagu hits yang sering trending di sosial media dan platform musik digital ini kembali merilis single terbarunya berjudul “Pelan-pelan Melupakan”. Sebelumnya ia berhasil menciptakan lagu hits “Trauma” pada tahun 2023 yang dinyanyikan penyanyi muda Elsyara yang sudah didengarkan lebih dari 134 juta kali di Spotify dan video musiknya telah ditonton lebih dari 44 juta kali di Youtube. Aan Story mendapatkan penghargaan dari Indonesia Music Awards kategori Collaboration of the Year 2023. Terakhir ia menggandeng pasangan sejoli Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar dalam single “Kita Berdua”, kali ini Aan Story menggaet penyanyi muda berbakat Dinda Ghania.

Dinda Ghania Althafunnisa atau kerap disapa Dinda merupakan salah satu penyanyi muda pendatang baru Indonesia. Tahun ini usianya baru genap 15 tahun, namun mempunyai karakter suara yang unik dan khas, sehingga menarik perhatian para musisi dan selebritas Tanah Air, seperti Andmesh Kamaleng dan Andra Ramadhan. Dinda mengawali karir bernyanyinya pada tahun 2020, kala itu ia berduet bersama Andra Ramadhan gitaris dari Andra and The Backbone. Tahun 2023 lalu, Andmesh Kamaleng, ikut terpikat dengan suara merdu Dinda dan menciptakan lagu untuknya berjudul “Janji Pada Hati”. Kali ini giliran Aan Story yang terpesona dengan suara khas head voice dan mengajaknya untuk menyanyikan lagu ciptaannya.

Aan Story kembali menuangkan lirik-lirik galaunya dalam single terbaru ini. Pelan-pelan Melupakan adalah sebuah lagu yang menceritakan tentang perpisahan dengan pasangan yang begitu menyakitkan, sehingga membuat salah satunya harus pergi agar tidak sekota lagi dengan mantannya. Lagu ini mewakili kisah cinta yang dialami oleh banyak orang saat putus cinta dan susah move on karena masih sering bertemu.

Perpaduan suara lembut Dinda serta aransemen musik yang melankolis, seolah membuat setiap liriknya terasa sangat menyentuh dan menyedihkan. Saat teaser pertamanya keluar di media sosial Tik Tok, sepenggal lirik ini : “Pelan-pelan kita Akan saling melupakan Pelan-pelan kita Sudah saling meninggalkan Tapi kadang kita Masih sering berpapasan Tapi sayang kita Sudah tidak berteguran”

Membuat banyak orang yang sedang dalam situasi yang sama, terpancing untuk menuangkan perasaannya dalam kolom komentar. “Tau banget lagi gue gimana rasanya, papasan sama mantan tapi ngga ada yang mau nyapa, padahal dulunya kita deket banget banget, sedih sumpah” ujar akun Yellowgirl. “Baru banget kejadian kemarin lagi wkwkwkwk sama sama nengok tapi mau buka mulut aja susah” Ujar akun Justpeople132.

Melalui lagu terbarunya ini, Aan Story sendiri ingin menyampaikan bahwa proses berpisah dengan pasangan yang sangat kita sayangi pastilah berat, namun seberat apapun keadaannya kita tetap harus berusaha untuk mengikhlaskan dan terus berjalan kedepan.

Selain dapat dinikmati di seluruh platform musik digital Indonesia, lagu “Pelan-pelan Melupakan” juga turut menghadirkan visual yang menarik. Dengan menggandeng aktor muda Ari Irham yang kualitas aktingnya tidak diragukan lagi, membuat penceritaan dalam video klip ini semakin mengena di hati para penonton. Berbeda dari konsep video klip lagu-lagu Aan Story sebelumnya, kali ini konsep yang digunakan seakan terinspirasi dari kisah percintaan dalam drama Korea, mulai dari cara pengambilan gambar hingga gaya tatanan rambut dan make up para aktornya, sudah seperti dalam drama korea sungguhan. Sebagai fun fact, beberapa lokasi syuting dari video klip ini adalah kota-kota di Korea Selatan.

NUCA RILIS KARYA TERBARU '"SEKARANG ESOK SELAMANYA" UNTUK SOUNDTRACK FILM "LAURA"

Nuca kembali hadir dan menyapa pendengar musik Tanah Air. Namanya semakin dikenal saat dirinya berhasil meraih TOP 4 pada ajang pencarian bakat. Nuca juga telah melahirkan beberapa karya yang sudah mencapai lebih dari 2M++ monthly listeners di digital streaming platform. Selain itu, Nuca sering kali terlibat dalam proses penulisan lagu terbarunya. Salah satunya untuk lagu ‘Sekarang Esok Selamanya’ yang akan menjadi original soundtrack film produksi MD Pictures, “LAURA".

Lagu ‘Sekarang Esok Selamanya’ ditulis langsung oleh deretan pencipta lagu dan musisi kenamaan Indonesia yang karya-karyanya begitu dikenal di kalangan pendengar musik yaitu TINTIN, Dimas Wibisana, Bianca Nelwan, dan juga Nuca. ‘Sekarang Esok Selamanya’ bercerita tentang ungkapan kasih sayang seseorang yang merasa sudah menemukan orang yang dicintai untuk selalu bersama selamanya, namun pada akhirnya yang ia dapatkan hanya luka dan kecewa.

Bersama MD Musik Indonesia dan HITS Records, lagu ini dikemas begitu romantis dan sangat sesuai dengan karakter musik Nuca. “Lagu ini terasa begitu spesial karena menjadi soundtrack dari film yang mengangkat kisah yang sangat menginspirasi aku untuk tetap berjuang walau akhirnya dikecewakan, semoga teman-teman yang pernah melalui masa-masa itu tetap bisa kuat dan semoga lagu ini bisa mewakili perasaan kalian,” Ujar Nuca.

Laura, seorang influencer berbakat dan sosok yang dicintai banyak orang, menghadapi perjuangan besar setelah kecelakaan tragis yang membuatnya lumpuh - kecelakaan yang ternyata disebabkan oleh kekasihnya, Jojo. Menyedihkannya, Laura Anna baru mengetahui sifat asli Jojo setelah dirinya menjadi tidak berdaya. Pada akhirnya, Laura menyadari hanya keluarga yang akan terus berada disisinya dalam keadaan susah ataupun senang. Berdasarkan kisah nyata Edelenyi Laura Anna, Film "LAURA" tayang mulai 12 September 2024 di bioskop.

Selain itu, lagu ‘Sekarang Esok Selamanya’ juga sudah bisa dinikmati di berbagai macam platform musik mulai tanggal 16 Agustus 2024. Serta nantikan juga official music video yang akan tayang SEGERA hanya di YouTube channel MD Music dan HITS Records.

JORDY WAELAURUW DAN MATTHEW SAYERSZ TAWARKAN SEBUAH PENGHORMATAN MANIS UNTUK KISAH CINTA MELALUI SINGLE "GOTCHU"

Jordy Waelauruw seorang musisi dari Ambon, Maluku yang dikenal sebagai TrumpetBoy akan mengeluarkan single ke-5 berjudul “Gotchu” sebagai hadiah hari pernikahan dari dirinya. Lagu ini dibbuat tahun 2022 dengan Matthew Sayersz. Jordy ingin sekali Matthew untuk ada dan mengisi vokal pada lagu ini yang terdengar seperti suara keyboard / instrumental. Dengan adanya suara dari Matthew yang mengiringi trumpet & piano, Matthew memberikan sentuhan tambahan pada lagu ini yang akhirnya membuat lagu ini unique dan menciptakan pengalaman auditori yang berbeda dari karya-karyanya sebelumnya.

Lagu "Gotchu" menceritakan ketika dengan kesadaran yang penuh terhadap perasaan saat menemukan pasangan yang sempurna, mengucapkan "I finally gotchu" yang terwujud dalam kalimat yang menyentuh. Lagu ini bukan hanya sebuah kreasi musik tetapi juga bukti pribadi perjalanan cinta dan komitmen Jordy. "Gotchu" dirilis pada hari pernikahan Jordy, menjadikannya penghormatan yang pas untuk kisah cintanya sendiri. Lagu ini mencerminkan perjalanannya dalam menemukan pasangan yang tepat, sebuah pilihan yang selalu diinginkannya sejak awal. Perjalanan ini berlangsung selama masa-masa sulit, terutama saat pandemi, menjadikan pesan lagu ini tentang cinta yang bertahan lama dan menemukan pasangan yang sempurna semakin menggema.

“Single ke-5 ini adalah rangkaian dari album kedua yang akan release di bulan november, kali ini yang diajak featuring itu Matthew Sayersz. Lagu ini dibuat dari 2 tahun lalu, dan berbeda dari lagu-lagu lain. Kenapa Matthew? Karena suaranya itu pas banget dan cocok untuk vision lagu ini yang pinginnya vokal itu sebagai pelengkap seperti suara piano. Inti dari lagu ini adalah “i finally gotchu” untuk perempuan yang sudah berhasil jadi pasangan.” - Jordy.

FARREL HILAL PERSEMBAHKAN SINGLE NIGHT RIDE DI NOMOR TERBARU "TAKE IT SLOW"

Setelah menghadirkan single debut “Di Selatan Jakarta” yang enak didengar untuk menutup hari yang sibuk, musisi Farrel Hilal hadir lagi dengan lagu kedua yang masih mengusung RnB pop. Kembali lahir dari idenya sendiri, single berjudul “Take It Slow” ini menceritakan tentang perasaan seseorang yang membayangkan rasanya berkendara di malam hari dengan pasangannya sambil mendengarkan lagu slow bersama. Seperti halnya “Di Selatan Jakarta” yang berdasarkan kegiatan sehari-hari Farrel di Jakarta Selatan, “Take It Slow” juga terinspirasi dari kesukaannya mengendarai mobil di malam hari dengan pasangan.

Memakan waktu total pengerjaan 3-4 bulan, mulai dari pembuatan hingga selesai rekaman, “Take It Slow” merupakan satu dari 10 draft lagu yang dibuat pemilik nama lengkap Farrel Hilal Ramadhan ini saat awal bergabung dengan Sony Music Entertainment Indonesia (SMEI). “Mungkin, di antara 10 lagu itu, hanya dua yang dianggap sesuai untuk dimajukan menjadi single, termasuk “Take It Slow” ini. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa ke depannya, delapan lagu lain juga akan dirilis. Tentu dengan sedikit perubahan, entah itu pada melodi atau lirik, jelas Farrel.

Salah satu hal yang menarik, pria kelahiran Jakarta, 27 November 2000, ini menyebutkan bahwa single “Take It Slow” memiliki sound yang nyaris sama dengan lagu debutnya. Bukan tanpa sebab, itu dilakukan Farrel agar terasa ada benang merah. “Jadi, mau bocorin sedikit, single pertama dan kedua ini adalah sebuah proses perjalanan yang akan berujung pada album pertamaku di Sony Music. Karena itu, di semua produksi laguku di fase ini, aku berusaha menaruh satu sound yang sama agar identitasnya tetap ada dan bisa menjadi kesatuan cerita saat disatukan dalam album. Jadi, ini bisa dibilang membangun hype dan mempersiapkan pendengar untuk album nanti,” jelasnya.

Meski ada sound di lagu ini yang mengingatkan kita akan “Di Selatan Jakarta”, Farrel rupanya mengalami tantangan tersendiri saat mengerjakan “Take It Slow” karena harus mencari melodi yang tepat. “Awalnya, ini hanya berupa skit atau lagu pendek dengan durasi sekitar 1-2 menit. Namun, aku disarankan untuk memanjangkan ini menjadi single sehingga ada beberapa sound yang perlu diganti agar saat didengar terasa sesuai sebagai sebuah lagu panjang. Ada satu hal yang aku ubah dan itu cukup signifikan, yaitu memunculkan instrumen brass yang tadinya tidak ada".

Meski baru merilis dua single di bawah naungan label SMEI, penulis lagu “Butuh Bertemu” yang dinyanyikan Jesenn ini merasakan banyak hal yang sudah dia pelajari, terutama berkaitan dengan proses produksi. “Bisa dibilang, salah satu hal besar yang aku pelajari adalah produksi lagu yang lebih rapi, sementara dulu masih abstrak karena aku sendiri masih belajar. Sekarang, aku juga sudah mulai memproduseri beberapa penyanyi. ‘Lebih rapi’ itu dalam arti aku harus bisa memproduksi lagu yang tidak hanya sesuai seleraku, tapi juga bisa dinikmati dan diterima lapisan pendengar yang lebih luas. Jadi, tidak hanya mempertimbangkan sisi pribadi saja, tapi juga selera pasar. Hal ini jelas akan aku terapkan di karya-karyaku ke depannya".

Pesan Farrel untuk para pendengar “Take It Slow” nantinya tidak muluk-muluk. “Just enjoy the song. Semoga lagu ini bisa dinikmati oleh semua yang mendengarkan, bisa didengarkan berulang-ulang, dan tidak lekang oleh waktu.” Single kedua Farrel Hilal, “Take It Slow”, bisa didengarkan di platform musik digital.

KYNYA WAKILKAN PERASAAN BERAT GENERASI MUDA LEWAT SINGLE TERBARUNYA BERJUDUL “TWISTED NEURONS”

Kynya Arrazzaqu atau yang lebih familiar dipanggil KYNYA, baru saja merilis sebuah sebuah karya musik dalam bentuk single terbaru yang berjudul “Twisted Neurons” pada tanggal Jumat silam (9/8). Single yang diproduseri juga oleh Ardhito Pramono ini menceritakan tentang perjuangan dari setiap Individu yang ingin hidup dengan berbagai macam harapan berlebih dari orang-orang di sekitarnya. Ada kalanya Individu ini hanya ingin mengetahui bagaimana rasanya hidup, sementara orang lain menumpuk ekspektasi dan keinginan lain.

Lagu ini didasarkan pada apa yang diyakini dan dirasakan banyak orang, “Aku hanya ingin sesederhana dimana aku bisa bangun tidur dan menjalani hariku dengan tempo yang aku inginkan,” ungkap musisi muda yang telah merilis tiga single sebelumnya pada tahun lalu. “Twisted Neurons” merupakan single terbaru KYNYA yang menjadi pembuka dari perjalanan menuju album terbarunya yang akan dirilis pada akhir tahun ini. Proses pembuatan single ini memakan waktu satu bulan untuk produksi. Tidak lupa sosok Ardhito Pramono yang juga berperan sebagai produser dan arranger, dibantu oleh Aldi Nada Permana untuk proses mixing dan mastering.

“Dalam musik yang aku buat, aku selalu ingin mengatakan kebenaran dari apa yang aku amati dan rasakan. Selain itu, membantu orang menemukan kenyamanan ketika mendengarkan musik yang aku buat adalah hal lain yang terus memotivasiku untuk berkarya,” cerita sang musisi. Single ini terasa berbeda dari segi aransemen dan genre. “Twisted Neurons” memiliki aura yang lebih gelap dengan sentuhan shoegaze, sementara single terakhir saya lebih condong ke arah nuansa swing. “Saat pertama kali mendengarnya, kalian dapat mengetahui bahwa ini akan sangat berbeda dari single terakhirku,” jelas musisi kelahiran 2007 ini.

“Lewat Twisted Neurons, aku berharap orang-orang akan merasa nyaman jika mengetahui bahwa orang lain juga mengalami hal yang sama. Proses menemukan sesuatu yang tampak sederhana itu mungkin sulit, tapi ingatlah kalo kita tidak perlu selalu memenuhi ekspektasi orang lain. karena aku yakin setiap orang memiliki jalan dan langkahnya sendiri dalam menjalankan hidup mereka,” tutup KYNYA, yang memberikan sebuah pesan moral dalam single terbarunya.



CAECILLIA UMUMKAN DEBUT SINGLE "WRITTEN WORDS" : LAGU EMOSIONAL UNTUK MEREKA YANG TERSESAT DAN MENEMUKAN DIRI

Penyanyi/penulis lagu pendatang baru dari Jakarta, Caecillia, siap memikat hati pendengar dengan single berikutnya, "Written Words," yang dirilis pada 8 Agustus 2024. Terinspirasi oleh artis ikonik seperti Shania Twain, Fleetwood Mac, dan Hozier, lagu ini memadukan suara klasik tahun 2010-an dengan sentuhan baru dan segar, serta campuran unik dari pengaruh pop, folk, dan country. "Written Words" menjanjikan irama optimis yang menggarisbawahi cerita kuat tentang penemuan diri dan ketahanan.

"Written Words" bercerita tentang perjalanan berliku untuk menemukan diri sendiri di tengah saran yang tidak diminta dan tekanan sosial yang sering muncul di usia 20-an kita. Lirik introspektif Caecillia menangkap esensi perasaan tersesat dan kewalahan, namun akhirnya menemukan kekuatan untuk tetap setia pada diri sendiri. Lagu yang penuh perasaan ini berbicara kepada siapa saja yang pernah meragukan jalan mereka dan berusaha untuk menentukan takdir mereka sendiri.

Di baris pembuka, "One by one all turned to be / Written words that make no sense now / Left and right don’t know who’s right now," (Satu per satu semua berubah menjadi / Kata-kata tertulis yang sekarang tidak masuk akal / Kiri dan kanan tidak tahu siapa yang benar sekarang), Caecillia menggambarkan kebingungan dan frustrasi karena ditarik ke berbagai arah. Lagu ini merangkum perjuangannya untuk membebaskan diri dari pengaruh luar ini: "So I tried to set me free / Chasing something I can’t touch now / Think I’ll find it somewhere somehow." (Jadi aku mencoba untuk membebaskan diriku / Mengejar sesuatu yang tidak bisa aku sentuh sekarang / Kurasa aku akan menemukannya di suatu tempat entah bagaimana).

Refrainnya menyampaikan pesan ketahanan yang kuat: "I fall and get back up you always seem to find me when it’s quiet without / Turning left and right I know you’ll find me now / I keep on turning back but you keep coming around." (Aku jatuh dan bangkit lagi kau selalu menemukanku saat semuanya sunyi / Berbelok ke kiri dan kanan aku tahu kau akan menemukanku sekarang / Aku terus berbalik tapi kau terus datang). Baris-baris ini menyoroti siklus keraguan dan tekad, menekankan pentingnya ketekunan dan keyakinan pada diri sendiri.

Musik Caecillia mencerminkan pengalaman pribadinya dan perjuangan universal dalam menjalani masa muda. "Written Words" menandai rilis pertama dari EP mendatangnya, yang akan menceritakan kisah dewasa Caecillia melalui serangkaian lagu yang menyentuh dan dapat dihubungkan oleh banyak orang.

"Lagu ini tentang merasa kewalahan dengan saran dan harapan dari setiap arah dan kebingungan yang muncul karenanya. Ini tentang perjuangan untuk menemukan suara sendiri dan keberanian untuk mengikuti hati meskipun ada kebisingan," kata Caecillia. "Pada akhirnya, ini adalah pengingat bahwa satu-satunya cara hidup yang benar adalah setia pada diri sendiri".

Lagu ini melanjutkan tema ini dalam baris seperti, "Thought it’s all black and white oh help me now you’ve made me see I’ve always been so / Purely safe and sound oh never noticed it now," (Kupikir semuanya hitam dan putih oh tolong aku sekarang kau membuatku melihat aku selalu begitu / Murni aman dan tenang oh tidak pernah menyadarinya sekarang), di mana ia merenungkan kesadaran bahwa jalannya, meskipun tidak pasti, selalu didasarkan pada rasa aman dan kebenaran dalam dirinya.

"Written Words" menjadi pembuka untuk EP debut Caecillia, sebuah koleksi lagu yang sangat personal yang mengeksplorasi perjalanannya dalam penemuan diri, pertumbuhan, dan pemberdayaan. Setiap lagu akan menawarkan sekilas kehidupannya, beresonansi dengan pendengar yang menghadapi tantangan dan kemenangan serupa.


Closehead - Berdiri Teman (20th anniversary) Merupakan Proyek Remake dari Lagu Berdiri Teman yang Rilis 20 Tahun Lalu

Di awal kemunculannya lagu ini adalah katalis yang membesarkan nama Closehead dan menjadi entitas yang tidak terpisahkan dari Closehead itu ...